Langsung ke konten utama

☕Rapor Biru Silmy Karim di $KRAS hingga China Kembali Buka Impor Batu Bara dari Australia

Simak ulasan Voice of Community Stockbit Stream Pekan Ini!

Voice of Community

๐Ÿ‘‹ Stockbitor!

 

Di Sabtu pagi yang cerah ☕, Stockbit merangkum pandangan dan opini dari teman-teman komunitas di Stockbit Stream seputar rencana investasi, tips & trik, kondisi pasar, hingga tren yang sedang ramai diperbincangkan untuk menemani weekend kamu.

๐Ÿ’กIdea from Community

@HendrikoGani

China Buka Kembali Impor Batu Bara dari Australia, Ancaman Bagi Indonesia?

Belum lama ini China diberitakan akan mengizinkan kembali impor batu bara dari Australia. Berdasarkan informasi terbaru, China memperbolehkan 4 perusahaan mereka untuk kembali melanjutkan impor batu bara dari Australia. Keempat perusahaan tersebut ialah China Datang Corp, China Huaneng Group, China Energy Investment Corporation dan China Baowu Steel Group. Lalu, dengan dibukanya impor batu bara Ausie oleh China, apakah akan jadi ancaman buat perusahaan batu bara Indonesia? Temukan jawabannya pada tulisan HendrikoGani berikut ini!

@TheodorusMelvin

Rapor Biru Silmy Karim: Kisah Jatuh Bangun dan Apa Selanjutnya untuk $KRAS?

Industri baja tanah air dapat dikatakan berada pada zona terpuruk, setidaknya dalam beberapa tahun kebelakang. Hal ini pun tercermin dalam kinerja PT Krakatau Steel ($KRAS) yang merupakan BUMN di bidang produksi baja. 8 tahun sejak 2012 hingga 2019 KRAS selalu mencatatkan kerugian. Namun di tahun 2020, berkat tangan dingin seorang Silmy Karim yang saat itu belum lama menjabat sebagai Dirut perusahaan. Sebenarnya siapa sih sosok Silmy Karim ini? Manuver apa saja yang sudah ia lakukan selama memimpin KRAS? Apa rencana bagi masa depan perusahaan? Simak ulasan selengkapnya pada tulisan TheodorusMelvin berikut ini!

@Rajopangulu

Pelajaran Investasi dari Kasus Valeant, Skandal Salah Satu Perusahaan Farmasi Terbesar di Dunia

Kasus Valeant merupakan suatu peristiwa yang sempat menghebohkan dunia investasi di tahun 2015 lalu. Tentang skandal perusahaan farmasi global bernama Valeant Pharmaceuticals International Inc/VRX yang sempat di investigasi SEC dan disusul oleh kejatuhan harga sahamnya secara masif. Nama besar seperti Bill Ackman, ValueAct, hingga Sequoia turut mengalami kerugian besar dari investasi mereka di Valeant. Secara terbuka, Mr. Ackman menjelaskan kesalahan serta pelajaran apa saja yang akhirnya ia petik dari kasus Valeant ini. Penasaran seperti apa kisah selengkapnya? Simak pada tulisan Rajopangulu berikut ini!

✨Aspiring Stockbitor to Follow

@Ganymeda1101

Bagi Ganymeda1101, Stockbit Stream merupakan jurnal investasi pribadi. Selain banyak berbagi pengalaman di pasar modal, ia juga sering menuangkan opini terkait teori, curren issue, hingga ulasan buku seputar investasi.

View Profile

@MosFin

MosFin merupakan seorang value investor. Di Stockbit Stream, ia kerap membagikan berbagai tulisan seputar strategi hingga cara analisa menggunakan pendekatan value investing.

View Profile

@FelsyFildinasia

Menarik ketika kita bisa melihat bagaimana proses investasi hingga analisis fundamental dari perspektif seorang ibu rumah tangga. Setidaknya itulah yang akan Anda jumpai dari profile seorang FelsyFildinasia di Stockbit Stream.

View Profile
Bantu Stockbit Jadi Komunitas yang Suportif

Ingatlah untuk selalu mengikuti House Rules ketika membagikan ide, komentar, serta berinteraksi dengan Stockbitor lainnya di Stream.

Bila ada pertanyaan, silakan hubungi kami:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐ŸŒŠCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi

Simak prospek dan risiko CLEO ke depan di tengah potensi pertumbuhan AMDK yang besar di sini! ๐ŸŒŠCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi Photo by: Stockbit ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Sekilas Industri AMDK di Indonesia Industri air minum dalam kemasan ( AMDK ) di Indonesia merupakan salah satu industri yang pasarnya sangat terfragmentasi . Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 1.032 perusahaan AMDK di Indonesia dengan 7.780 produk terdaftar . Sementara itu, Asosiasi Perusahaan AMDK Indonesia (Aspadin) mencatat bahwa ada 700 perusahaan AMDK di Indonesia yang menjadi anggota asosiasi tersebut, dengan 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).   Dengan persaingan yang sangat ketat dan karakteristik produk AMDK yang cenderung homogen , peningkatan ketersediaan produk ( product availability ) melalui perluasan jaringan distribusi menjadi kunci pertumbuhan dalam industri ini. Salah satu emiten AMDK yang get...

๐Ÿง BBRI 5M25: Laba Bersih Bank Only -15% YoY

IHSG naik +0,44%, NCKL Tambah Kepemilikan di Smelter HPAL Senilai Rp4,2 T. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.     ๐Ÿง BBRI 5M25: Laba Bersih Bank Only -15% YoY Photo by: Stockbit Snips Daily Market Performance ๐Ÿš€ IHSG Foreign Flow  Kurs USD/IDR Gold 6.928 +0,44% -Rp359 miliar 16.238 +0,20% 3.298 +0,33% Oil Coal CPO Nickel 66,7 -0,04% 110,0 +0,92% 3.987 -0,60% 15.245 -0,24% ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Bank Rakyat Indonesia ( $BBRI ) mencatatkan laba bersih bank only sebesar 3,6 triliun rupiah pada Mei 2025 ( -11% YoY , -7% MoM ). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 5M25 menjadi 18,6 triliun rupiah ( -15% YoY ), relatif lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan laba bersih konsolidasi 2025F turun -3% YoY. Tren NII Membaik Net Interest Income ( NII ) turun tipis -1% YoY selama 5M25 . Hasil ini membaik dibandingkan re...

๐Ÿฅ‚ Analisis Emiten Minuman Alkohol, Siapa yang Menonjol?

Re-opening pariwisata membuat industri minuman alkohol menjadi salah satu alternatif proxy bagi investor. Simak analisis selengkapnya di sini! ๐Ÿฅ‚ Analisis Emiten Minuman Alkohol, Siapa yang Menonjol? Photo by: Stockbit ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Pembukaan kembali industri pariwisata pasca-pandemi membuat investor mencari proxy investasi untuk menuai keuntungan dari reopening tersebut. Selain dari sektor pariwisata dan transportasi, industri minuman alkohol juga menjadi salah satu alternatif proxy yang dapat dilirik investor.    Namun, investor di Indonesia memiliki keterbatasan pilihan untuk berinvestasi pada industri minuman alkohol. Sebab, sejak 1980-an hingga 2022 , hanya ada 2 emiten minuman alkohol di BEI , yakni Multi Bintang Indonesia ( $MLBI ) dan Delta Djakarta ( $DLTA ).   Pada Januari 2023 , tren tersebut berubah. BEI kedatangan 2 emiten produsen minuman alkohol baru , yakni Jobubu Jarum Minahasa ( $BEER ) dengan total pendanaan IPO senilai 176 ...