Langsung ke konten utama

☕Apa Kabar Kondisi Sektor Teknologi hingga Belajar Cara Ala Berpikir “Ultimate Big Fund”

Simak ulasan Voice of Community Stockbit Stream Pekan Ini!

Voice of Community

๐Ÿ‘‹ Stockbitor!

 

Di Sabtu pagi yang cerah ☕, Stockbit merangkum pandangan dan opini dari teman-teman komunitas di Stockbit Stream seputar rencana investasi, tips & trik, kondisi pasar, hingga tren yang sedang ramai diperbincangkan untuk menemani weekend kamu.

๐Ÿ’กIdea from Community

@Ricky2212

Mengadaptasi Cara Berpikir "Ultimate Big Fund" di Pasar Modal

Ultimate Big Fund adalah sebutan bagi mereka yang berinvestasi dalam jumlah masif dan kerap mampu menjadi penggerak di pasar modal (market maker). Biasanya merupakan investor asing atau institusi seperti manajer investasi. Kemampuan dan resource analisa ultimate big fund biasa beberapa langkah di depan investor ritel. Tak heran banyak yang bilang kalau mereka "unbeatable" di market. Namun sebagai investor ritel, kita bisa mengadaptasi cara berpikir ultimate big fund guna menangkap peluang dan memaksimalkan keuntungan di pasar modal. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Ricky2212. Dalam tulisannya ia membagikan seperti apa sih cara berpikir ala ultimate big fund? Selengkapnya, bisa kamu baca di sini!

@Calvinkurniawan

Tech Winter, Gimana Kondisi Perusahaan Teknologi Saat Ini?

Kondisi perusahaan teknologi, (e-commerce, ride hailing, food delivery) berubah drastis selama 1-2 tahun terakhir. Rontoknya harga saham hingga shift prioritas yang kini berubah. Meskipun dalam sebulan terakhir harga saham perusahaan teknologi di pasar modal kita mulai merangkak naik. Apakah itu artinya tech winter telah berakhir? Jika ditarik kebelakang, sebenarnya apa sih yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi? Bagaimana dampak tech winter terhadap perusahaan teknologi kedepan? Simak ringkasannya pada tulisan Calvinkurniawan berikut ini!

@AADITOMO

Investasi Jangka Pendek dengan Momentum Dividen: Contoh Kasus ITMG

Investasi dengan mengharapkan keuntungan lewat dividen biasanya identik dengan jangka panjang. Karena seperti yang kita tahu, emiten biasanya membagikan dividen hanya 1 sampai 2 kali pertahun. Namun ternyata kita bisa memanfaatkan momentum dividen dalam jangka pendek guna mendapatkan keuntungan. Setidaknya pengalaman dan strategi itulah yang dibagikan AADITOMO dalam tulisannya. Ia menjelaskan cara berinvestasi jangka pendek dengan momentum dividen, menggunakan contoh kasus pada ITMG. Penasaran seperti apa? Baca selengkapnya di sini!

✨Aspiring Stockbitor to Follow

@TheodorusMelvin

Merupakan seorang investment analyst di Stockbit Sekuritas. Di Stockbit Stream, ia aktif membagikan berbagai ulasan seputar produk, manajemen, hingga ulasan kinerja perusahaan. Meskipun topik yang diangkat kerap kali berat, Melvin mampu menyajikannya dengan cukup ringan dan mudah dipahami.

View Profile

@Endra999

Buat kamu yang suka mengincar saham-saham IPO, Endra999 adalah salah satu Stockbitor yang wajib di follow. Beliau kerap membedah laporan keuangan hingga prospektus emiten-emiten yang akan melangsungkan IPO di pasar modal.

View Profile

@FelsyFildinasia

Menarik ketika kita bisa melihat bagaimana proses investasi hingga analisis fundamental dari perspektif seorang ibu rumah tangga. Setidaknya itulah yang akan Anda jumpai dari profile seorang FelsyFildinasia di Stockbit Stream.

View Profile
Bantu Stockbit Jadi Komunitas yang Suportif

Ingatlah untuk selalu mengikuti House Rules ketika membagikan ide, komentar, serta berinteraksi dengan Stockbitor lainnya di Stream.

Bila ada pertanyaan, silakan hubungi kami:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐ŸŒŠCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi

Simak prospek dan risiko CLEO ke depan di tengah potensi pertumbuhan AMDK yang besar di sini! ๐ŸŒŠCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi Photo by: Stockbit ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Sekilas Industri AMDK di Indonesia Industri air minum dalam kemasan ( AMDK ) di Indonesia merupakan salah satu industri yang pasarnya sangat terfragmentasi . Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 1.032 perusahaan AMDK di Indonesia dengan 7.780 produk terdaftar . Sementara itu, Asosiasi Perusahaan AMDK Indonesia (Aspadin) mencatat bahwa ada 700 perusahaan AMDK di Indonesia yang menjadi anggota asosiasi tersebut, dengan 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).   Dengan persaingan yang sangat ketat dan karakteristik produk AMDK yang cenderung homogen , peningkatan ketersediaan produk ( product availability ) melalui perluasan jaringan distribusi menjadi kunci pertumbuhan dalam industri ini. Salah satu emiten AMDK yang get...

๐Ÿง BBRI 5M25: Laba Bersih Bank Only -15% YoY

IHSG naik +0,44%, NCKL Tambah Kepemilikan di Smelter HPAL Senilai Rp4,2 T. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.     ๐Ÿง BBRI 5M25: Laba Bersih Bank Only -15% YoY Photo by: Stockbit Snips Daily Market Performance ๐Ÿš€ IHSG Foreign Flow  Kurs USD/IDR Gold 6.928 +0,44% -Rp359 miliar 16.238 +0,20% 3.298 +0,33% Oil Coal CPO Nickel 66,7 -0,04% 110,0 +0,92% 3.987 -0,60% 15.245 -0,24% ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Bank Rakyat Indonesia ( $BBRI ) mencatatkan laba bersih bank only sebesar 3,6 triliun rupiah pada Mei 2025 ( -11% YoY , -7% MoM ). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 5M25 menjadi 18,6 triliun rupiah ( -15% YoY ), relatif lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan laba bersih konsolidasi 2025F turun -3% YoY. Tren NII Membaik Net Interest Income ( NII ) turun tipis -1% YoY selama 5M25 . Hasil ini membaik dibandingkan re...

๐Ÿฅ‚ Analisis Emiten Minuman Alkohol, Siapa yang Menonjol?

Re-opening pariwisata membuat industri minuman alkohol menjadi salah satu alternatif proxy bagi investor. Simak analisis selengkapnya di sini! ๐Ÿฅ‚ Analisis Emiten Minuman Alkohol, Siapa yang Menonjol? Photo by: Stockbit ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Pembukaan kembali industri pariwisata pasca-pandemi membuat investor mencari proxy investasi untuk menuai keuntungan dari reopening tersebut. Selain dari sektor pariwisata dan transportasi, industri minuman alkohol juga menjadi salah satu alternatif proxy yang dapat dilirik investor.    Namun, investor di Indonesia memiliki keterbatasan pilihan untuk berinvestasi pada industri minuman alkohol. Sebab, sejak 1980-an hingga 2022 , hanya ada 2 emiten minuman alkohol di BEI , yakni Multi Bintang Indonesia ( $MLBI ) dan Delta Djakarta ( $DLTA ).   Pada Januari 2023 , tren tersebut berubah. BEI kedatangan 2 emiten produsen minuman alkohol baru , yakni Jobubu Jarum Minahasa ( $BEER ) dengan total pendanaan IPO senilai 176 ...