| 29 Juli 2021 π° Disney Tutup 18 Channel TV Kabel Photo by: Liputan 6 Daily Market Performance π
π Stockbitor! Perusahaan media dan hiburan Disney akan menutup 18 channel TV kabel di seluruh wilayah Hong Kong dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penghentian siaran ini akan berlaku mulai 1 Oktober mendatang.
Disney sendiri memiliki total 22 channel TV. Dengan begitu, hanya ada empat kanal Disney yang masih bisa diakses di saluran TV, yakni Star Chinese, Star Chinese Movie, National Geographic dan Nat Geo Wild.
Perusahaan mengatakan alasan penutupan 18 channel di seluruh Asia Tenggara dan Hong Kong ialah perubahan strategi bisnis. Disney mengakui bahwa pihaknya akan beralih ke tayangan berbasis layanan streaming, Disney+ Hotstar.
Perilisan konten eksklusif di platform streaming ke depannya dinilai akan lebih menguntungkan dibanding memasukkannya di channel TV kabel.
Asia Tenggara dan Hong Kong sendiri akan menjadi jaringan bisnis media utama Disney karena dianggap lebih efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini.
Key Takeaway Sengitnya persaingan di ranah hiburan streaming online menjadi katalis negatif bagi perusahaan penyedia siaran TV berbayar. Penghentian tayangan Disney sendiri artinya menghilangkan seluruh tayangan Disney dari layanan TV berbayar di Indonesia, termasuk First Media, Indovision, Indihome, Nextmedia, dan MNC Sky Vision. Para pengguna TV berlangganan perusahaan tersebut tidak akan bisa lagi mengakses ke-18 channel TV Disney mulai 1 Oktober mendatang.
World News π Olimpiade Tokyo Picu Lonjakan Kasus Corona Baru Kabar terkini dari mancanegara:
Musim Laba Q2 2021 π·️ SAME & SILO Selama April sampai dengan Juni 2021 (Q2 2021), beberapa perusahaan rumah sakit mengalami peningkatan performa apabila dibandingkan dengan Q2 2020.Beberapa contoh di antaranya adalah:
Saham Top Gainer Hari Ini π₯
Saham Top Loser Hari Ini π€
Performa Sektor Hari Ini π
Berita Korporasi Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui...
Stockbitor Spotlight Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini ⚔️ Perang Bank Digital di Indonesia, Adakah Yang Mengikuti Jejak Kakao Bank? "Tidak semua perusahaan teknologi tercipta setara. Ada beberapa perusahaan teknologi yang diciptakan untuk terus - menerus merugi. Lalu datang Kakao Bank. Hanya dalam jangka waktu 4 tahun, Kakao Bank sudah memiliki skala bisnis yang setara dengan bank buku 4 di Indonesia." -Skydrugz27 Stigma perusahaan teknologi sebagai pembakar uang nampaknya tidak berlaku pada Kakao Bank. Melihat maraknya trend bank digital di Inonesia, adakah di antaranya yang berpotensi dapat mengikuti kesuksesan Kakao Bank? Yuk simak opini menarik dari Skydrugz27 di sini. Sekilas Tentang @Skydrugz27
Share This Snips!
Want More Snips?
Copyright © 2021 Stockbit, All rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit atau telah daftar melalui website Stockbit Snips. |
Simak prospek dan risiko CLEO ke depan di tengah potensi pertumbuhan AMDK yang besar di sini! πCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi Photo by: Stockbit π Stockbitor! Sekilas Industri AMDK di Indonesia Industri air minum dalam kemasan ( AMDK ) di Indonesia merupakan salah satu industri yang pasarnya sangat terfragmentasi . Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 1.032 perusahaan AMDK di Indonesia dengan 7.780 produk terdaftar . Sementara itu, Asosiasi Perusahaan AMDK Indonesia (Aspadin) mencatat bahwa ada 700 perusahaan AMDK di Indonesia yang menjadi anggota asosiasi tersebut, dengan 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Dengan persaingan yang sangat ketat dan karakteristik produk AMDK yang cenderung homogen , peningkatan ketersediaan produk ( product availability ) melalui perluasan jaringan distribusi menjadi kunci pertumbuhan dalam industri ini. Salah satu emiten AMDK yang get...
Komentar
Posting Komentar