| 28 Juli 2021 π΅ Bocornya Data Nasabah BRI Life Photo by: Clint Patterson via Unsplash Daily Market Performance π
π Stockbitor! Data pribadi milik 2 juta nasabah perusahaan asuransi BRI Life dikabarkan bocor. Sebanyak 463 ribu dokumen perusahaan asuransi dan data sensitif milik nasabah berhasil dikantongi peretas dan dijual di forum online. Informasi sensitif yang dijual oleh peretas adalah foto KTP, rekening, nomor wajib pajak, akta kelahiran, hingga rekam medis. Semua data ini dijual dengan harga 7 ribu dolar AS atau setara dengan 101,6 juta rupiah.
Berkaitan dengan hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mulai melakukan investigasi internal untuk mendalami sampling data pribadi yang diduga bocor. Kominfo juga melakukan pemanggilan terhadap Direksi BRI Life pada Rabu (28/7) tadi.
Pihak BRI Life sendiri mengatakan sedang melakukan investigasi jejak digital atas dugaan kebocoran data ini dan telah menggandeng tim spesialis keamanan siber untuk mengusut kasus ini.
Key Takeaway Ini bukanlah kasus kebocoran data pribadi pertama di Indonesia. Sebelumnya, pada bulan Mei 2021, 279 juta data penduduk bocor dari halaman BPJS. Selain itu, beberapa perusahaan juga pernah mengalami kebocoran data konsumen pada periode 2019-2021, antara lain Bukalapak dan Tokopedia. Oleh karena itu, ke depannya perusahaan-perusahaan kemungkinan berpotensi menerapkan perlindungan yang lebih komprehensif terhadap data konsumen.
World News π Bezos Kejar Kontrak NASA Kabar terkini dari mancanegara:
Musim Laba Q2 2021 π·️ JSMR & MARK Selama April sampai dengan Juni 2021 (Q2 2021), beberapa perusahaan mengalami peningkatan performa apabila dibandingkan dengan Q2 2020. Beberapa di antaranya adalah:
Berita Lainnya π KRAS Akan Lepas Anak Usaha Krakatau Steel ($KRAS) membidik dana segar sebesar 2,9 triliun – 4,35 triliun rupiah dari divestasi 20%–30% saham anak usahanya, Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI), pada Q3 2021.
Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, menyatakan bahwa terdapat beberapa investor dari lembaga keuangan milik pemerintah, BUMN, dan pihak swasta yang sedang bernegosiasi. Selain itu, terdapat sejumlah investor KSI, seperti: Indonesia Investment Authority (INA), Danareksa, Perusahaan Pengelola Aset (PPA), dan Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
Selain itu, perusahaan juga menargetkan perolehan dana dari initial public offering (IPO) sub-holding Sarana Infrastruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan dilakukan pada Q1 2022. Sub-holding yang terbentuk pada akhir Juni 2021 tersebut terdiri atas:
Saham Top Gainer Hari Ini π₯
Saham Top Loser Hari Ini π€
Performa Sektor Hari Ini π
Berita Korporasi Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui...
Stockbitor Spotlight Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini π€ ROE Saham Siklikal, Paling Tinggi Belum Tentu Menarik? "ROE bagus tapi kurang diapresiasi market? Kalau jualan batu bara, mau direksi diisi Einstein, Nicola Tesla, sampai Yohanes Surya sekalipun kalau harga batubara turun dari USD140 ke 50 maka tidak mungkin perusahaan bisa konsisten ningkatin laba." Apabila pada saham lain ROE menjadi salah satu indikator utama dalam memilih saham paling cuan, namun ternyata hal ini tidak berlaku pada saham siklikal. Thowilz mencoba membahas bagaimana dalam menilai saham siklikal ternyata ROE paling tinggi bukan berarti paling menarik.Yuk cek pembahasan selengkapnya di sini. Sekilas Tentang @Thowilz
Want More Snips?
Copyright © 2021 Stockbit, All rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit atau telah daftar melalui website Stockbit Snips. |
Simak prospek dan risiko CLEO ke depan di tengah potensi pertumbuhan AMDK yang besar di sini! πCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi Photo by: Stockbit π Stockbitor! Sekilas Industri AMDK di Indonesia Industri air minum dalam kemasan ( AMDK ) di Indonesia merupakan salah satu industri yang pasarnya sangat terfragmentasi . Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 1.032 perusahaan AMDK di Indonesia dengan 7.780 produk terdaftar . Sementara itu, Asosiasi Perusahaan AMDK Indonesia (Aspadin) mencatat bahwa ada 700 perusahaan AMDK di Indonesia yang menjadi anggota asosiasi tersebut, dengan 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Dengan persaingan yang sangat ketat dan karakteristik produk AMDK yang cenderung homogen , peningkatan ketersediaan produk ( product availability ) melalui perluasan jaringan distribusi menjadi kunci pertumbuhan dalam industri ini. Salah satu emiten AMDK yang get...
Komentar
Posting Komentar