Langsung ke konten utama

πŸ“ˆ IHSG Menguat +12% MTD saat Reli Saham AI Mereda

IHSG naik +1,74%, TPIA Ikut Proyek Waste–to–Energy Danantara via Anak Usaha CDIA. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.
open

πŸ“ˆ IHSG Menguat +12% MTD saat Reli Saham AI Mereda

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance πŸš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.340,0 +1,74% +Rp31,4 miliar 17.883 -0,33% 4.070 +1,34%
Oil Coal CPO Nickel
90,0 +0,87% 130,4+0,31% 4.609 -0,73% 16.929 -0,19%

πŸ‘‹ Stockbitor!

IHSG telah menguat +12% MTD per Selasa (21/7), kontras dengan pelemahan indeks saham Korea Selatan (-20% MTD), Taiwan (-4% MTD), dan Jepang (-5% MTD) — yang kerap menjadi proxy sektor teknologi dan AI di Asia — maupun indeks S&P 500 Information Technology (-4% MTD).

Reuters melaporkan bahwa kinerja yang kontras tersebut mengindikasikan mulai terjadinya rotasi investasi ke pasar–pasar yang sebelumnya tertinggalseperti Indonesia, India, dan China seiring meredanya reli saham teknologi dan AI. Goldman Sachs mencatat bahwa sejumlah hedge fund dalam 2 bulan terakhir mulai menjual saham–saham teknologi AS dengan laju tercepat selama lebih dari 1 dekade, didorong oleh kekhawatiran bahwa valuasi saham–saham bertema AI telah terlalu tinggi serta potensi melambatnya belanja AI oleh perusahaan–perusahaan besar.

Indonesia sendiri disebut sebagai alternatif investasi yang menarik karena kinerja pasar saham domestiknya masih menjadi salah satu yang terburuk di Asia sepanjang tahun ini, sekaligus memiliki eksposur yang relatif kecil terhadap sektor teknologi, menurut Reuters. Meski telah menguat sejak awal Juli 2026, IHSG masih melemah -27% YTD per Selasa (21/7).

Selain rotasi investasi, penguatan IHSG belakangan ini juga dipengaruhi oleh keputusan S&P Ratings pada pekan lalu yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di ‘BBB/A–2’ dengan outlook ‘stable’. Ke depan, IHSG kemungkinan akan mendapatkan katalis tambahan dari keputusan MSCI yang akan diumumkan pada November 2026 terkait status pasar saham Indonesia, di mana Reuters melaporkan bahwa sebagian besar analis mengekspektasikan MSCI akan mempertahankan Indonesia sebagai emerging market.

Asia–Pacific Global Market Strategist di firma manajemen investasi Invesco, David Chao, mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya mulai merealisasikan sebagian keuntungan dari pasar saham Korea Selatan dan mengalihkan investasinya ke Indonesia karena potensi pertumbuhan makro Indonesia dinilai belum sepenuhnya diperhatikan investor. Sementara itu, Citi menilai bahwa IHSG kemungkinan telah melewati titik terendahnya (bottom).

Di sisi lain, Reuters menyoroti tren foreign outflow yang berlangsung secara gradual dari pasar Indonesia seiring terkikisnya keyakinan investor akibat ketidakpastian kebijakan dan risiko pemburukan fiskal, khususnya di tengah kondisi harga minyak global yang masih tinggi. Firma analisis keuangan, Copley Fund Research, melaporkan bahwa meski mayoritas manajer investasi aktif yang mereka pantau masih mempertahankan pandangan overweight terhadap Indonesia, persentase dana yang berinvestasi di Indonesia telah turun menjadi 80,45%, menandai level terendah dalam 15 tahun terakhir.

Key Takeaway

Hasil review positif dari S&P Ratings serta mulai stabilnya nilai tukar rupiah — meski harga minyak kembali melonjak belakangan ini — menjadi katalis positif dari dalam negeri. Selain itu, kami menilai bahwa penambahan masif emiten ke dalam daftar high shareholding concentration (HSC) juga dapat mendukung kelanjutan narasi reformasi pasar modal Indonesia, yang dapat memengaruhi keputusan MSCI terkait status pasar saham Indonesia. IHSG sendiri mulai mencatatkan net foreign inflow sejak 16 Juli 2026, dengan tren nilai transaksi harian yang juga meningkat.

⚡ TPIA Ikut Proyek Waste–to–Energy Danantara via Anak Usaha CDIA

  • $CDIA: Chandra Asri Pacific ($TPIA) mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa PT Chandra Waste Energy merupakan entitas usaha perseroan yang dimiliki melalui Chandra Daya Investasi. Klarifikasi TPIA muncul setelah Danantara mengumumkan bahwa PT Chandra Waste Energy termasuk dalam konsorsium Masa Depan Energi Indonesia yang akan mengelola fasilitas waste–to–energy di Serang Raya. TPIA menjelaskan bahwa proses saat ini masih berada pada tahap awal studi dan evaluasi kelayakan, di mana kelanjutan proyek tersebut akan bergantung pada hasil feasibility study sebelum mendapatkan final letter of award. Karena proses proyek tersebut masih dalam tahap awal, TPIA menyebut bahwa perseroan belum dapat menentukan nilai dan komitmen investasi final, memproyeksikan potensi kontribusi pendapatan dan laba bersih dari proyek tersebut, maupun menyampaikan target waktu penyelesaian dan jadwal pelaksanaan proyek.
  • $TPIA: Chandra Asri Pacific mengatakan bahwa progres pembangunan proyek pabrik klor–alkali dan etilen diklorida (CA–EDC) telah mencapai 72% per Juli 2026. Pabrik tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi mulai 2027. TPIA juga telah memulai studi kelayakan untuk menyiapkan pengembangan fasilitas CA–EDC tahap 2 guna memperkuat kapasitas produksi. Pengembangan tahap lanjutan fasilitas tersebut diperkirakan memiliki nilai investasi sebesar US$1 miliar.
  • $BNBR: Bakrie & Brothers mengonfirmasi dalam klarifikasi kepada BEI bahwa entitas usaha perseroan, PT Bakrie Power, tergabung dalam konsorsium Mentari Citra Lestari yang dipilih oleh Danantara untuk mengoperasikan fasilitas waste–to–energy di Surabaya Raya. BNBR menjelaskan bahwa perseroan belum mengumumkan keterlibatan PT Bakrie Power dalam proyek tersebut melalui keterbukaan informasi karena penetapan PT Bakrie Power dalam konsorsium Mentari Citra Lestari masih bersifat bersyarat (kondisional) dan tunduk kepada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku, di mana posisi PT Bakrie Power atau konsorsium Mentari Citra Lestari dapat digantikan oleh mitra cadangan jika tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan. BNBR juga merinci bahwa konsorsium Mentari Citra Lestari terdiri dari PT Bakrie Power, PT Acritas Karya Persada, dan SUS Indonesia Holding Ltd. BNBR menyebut bahwa PT Bakrie Power dan anggota konsorsium lainnya masih akan mengerjakan feasibility study, sehingga belum dapat memberikan estimasi nilai investasi, skema bagi hasil, potensi kontribusi pendapatan dan laba bersih dari proyek tersebut, serta jadwal pembangunan proyek dan target tanggal operasional. Dalam klarifikasinya, BNBR tidak merinci alur kepemilikan perseroan di PT Bakrie Power, tapi laporan keuangan perseroan per 31 Maret 2026 menunjukkan bahwa PT Bakrie Power dimiliki via PT Bakrie Indo Infrastructure.
  • $ANTM: Antam mengumumkan kerja sama strategis dengan Bank Muamalat dalam distribusi logam mulia Antam melalui skema wholesaler. Dalam kerja sama ini, ANTM dan Bank Muamalat akan bekerja sama dalam perdagangan emas fisik logam mulia Antam melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital Bank Muamalat. ANTM dan Bank Muamalat merinci bahwa outstanding pembiayaan emas Bank Muamalat melalui produk Solusi Emas Hijrah mencapai Rp1,9 T selama 1H26 (+537% YoY), sementara total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton dengan ~54% di antaranya merupakan emas logam mulia Antam.
  • $OASA: Direktur Utama Maharaksa Biru Energi, Bobby Gafur Umar, mengatakan bahwa anak usaha perseroan, PT Indoplas Dewata Energi, termasuk dalam konsorsium Bumi Biru Indonesia yang dipilih oleh Danantara untuk mengelola proyek waste–to–energy di Lampung Raya. Bobby menjelaskan bahwa selain PT Indoplas Dewata Energi, konsorsium tersebut juga terdiri atas SUS Environment Inc. Bobby menambahkan bahwa nilai investasi proyek tersebut akan ditentukan oleh Danantara. Bobby menyebut bahwa proyek waste–to–energy di Lampung Raya akan melengkapi portofolio proyek waste–to–energy milik OASA, di mana perseroan juga masih melanjutkan pengembangan proyek waste–to–energy di Tangerang Selatan.
  • $SMRA: Summarecon Agung mencatat marketing sales ~Rp1,3 T pada 2Q26 (+3,9% YoY, +12,2% QoQ). Hasil ini membuat marketing sales SMRA selama 1H26 mencapai ~Rp2,5 T (+17,2% YoY), setara ~49% target 2026 di Rp5,2 T. Kontribusi marketing sales 1H26 terbesar berasal dari segmen ‘rumah’ (77%), diikuti ‘ruko’ (16%), ‘tanah kavling’ (6%), ‘apartemen’ (1%), serta ‘perkantoran dan komersial’ (<0,1%).
  • $MBSS: Mitrabahtera Segara Sejati mengumumkan bahwa pengendali perseroan, PT Galley Adhika Arnawama, telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk menjual 82,5% saham MBSS kepada PT Wibowo Group Capital. Baik potensi nilai transaksi maupun jadwal penyelesaian transaksi belum diumumkan.
  • $SUNI: Sunindo Pratama memenangkan tender pengadaan material wellhead component dari PT Pertamina Hulu Rokan dengan nilai kontrak maksimum ~Rp62,6 M. Kontrak ini berlaku selama 20 Agustus 2026–19 Agustus 2028.

πŸ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer πŸ”₯

$DSSA $DEWA $CUAN $WIRG
+15,34% +10,55% +9,70% +9,26%

Top Loser πŸ€•

$FILM $HEAL $KLBF $SGER
-9,31% -5,08% -3,25% -2,95%

 πŸ”₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Vice President Sovereign Risk Division Moody’s Ratings, Martin Petch, mengatakan bahwa pihaknya masih menyoroti ketidakpastian kebijakan dan risiko keberlanjutan fiskal di Indonesia, sembari memperingatkan bahwa risiko penurunan kemungkinan akan terus berlanjut. Petch menyebut bahwa meski ada beberapa perkembangan positif, keseimbangan risiko sovereign credit rating Indonesia telah berubah menjadi “sedikit lebih negatif” sejak Moody’s men–downgrade outlook Indonesia menjadi ‘negative’ pada Februari 2026, terutama akibat meningkatnya subsidi energi seiring perang AS–Iran. Petch menjelaskan bahwa salah satu area risiko spesifik yang pihaknya amati adalah kebijakan sentralisasi ekspor via PT Danantara Sumberdaya Indonesia, di mana kurangnya kejelasan seputar mandat perusahaan tersebut menambah kekhawatiran investor atas potensi meningkatnya intervensi negara. Meski pemerintah telah memangkas anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), Moody’s melihat bahwa basis penerimaan negara yang sempit akan membatasi ruang pemerintah untuk membiayai program–program ambisius seperti itu. Petch pun menilai bahwa pihaknya belum melihat banyak pergerakan pemerintah dalam memperluas basis penerimaan negara, sembari menambahkan bahwa ekspansi beban fiskal yang signifikan tanpa disertai reformasi pendapatan akan menjadi sinyal yang sangat mengkhawatirkan bagi profil kredit Indonesia. Periode 6–12 bulan ke depan akan menjadi periode krusial bagi profil kredit Indonesia, di mana Moody’s akan mengamati kecukupan cadangan devisa, kredibilitas kebijakan, kesehatan BUMN, dan tata kelola di sekitar Danantara.
  • The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kopi Kenangan sedang menjajaki opsi untuk melantai di bursa saham dengan valuasi mencapai US$1 miliar, di mana perusahaan mempertimbangkan bursa saham Singapura sebagai lokasi pencatatan saham. Narasumber The Wall Street Journal menyebut bahwa proses tersebut masih berada pada tahap awal dan Kopi Kenangan belum menunjuk bank investasi yang akan memimpin aksi korporasi tersebut. Wakil Presiden Bidang Keuangan Korporat dan Pengembangan Kopi Kenangan, Junxian Li, mengatakan bahwa pihaknya secara rutin mengevaluasi berbagai alternatif pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus membuka peluang monetisasi bagi para pemegang saham, tetapi Li menyebut bahwa Kopi Kenangan belum mengambil keputusan final terkait IPO. Kepastian mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan saham, maupun valuasi perusahaan masih dalam tahap pembahasan.
  • Reuters melaporkan pada Senin (20/7) bahwa kelompok militan Houthi di Yaman yang didukung oleh Iran mengumumkan akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi. Houthi mengatakan bahwa embargo maritim terhadap Arab Saudi — yang segera berlaku efektif — diberlakukan sebagai respons terhadap blokade Arab Saudi. Sebelumnya, Iran dilaporkan telah mendesak Houthi untuk menutup akses Selat Bab el–Mandeb menuju Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur energi Iran. Setelah pengumuman Houthi tersebut, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan akan merespons Houthi dengan tegas dan menerapkan perlindungan bagi kapal–kapalnya yang melintasi Selat Bab el–Mandeb. Reuters melaporkan bahwa dinamika ini dapat mendorong biaya asuransi pengiriman barang melalui Laut Merah seiring meningkatnya risiko terhadap pelayaran komersial. Pengumuman Houthi muncul di tengah sinyal bahwa Iran dan AS ingin kembali menempuh jalur diplomasi untuk meredakan konflik. Seorang pejabat anonim Iran mengatakan kepada Reuters pada Senin (20/7) bahwa Iran telah menerima usulan para mediator mengenai gencatan senjata selama 10 hari guna menyelamatkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan AS yang dicapai pada bulan lalu.
  • Direktur Utama PT Danantara Sumberdaya Indonesia, Luke Mahony, mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa pihaknya akan melakukan peluncuran awal sistem tata kelola ekspor terintegrasi pada September 2026. Mahony menjelaskan bahwa sistem tata kelola tersebut tidak mengubah pendekatan implementasi PT Danantara Sumberdaya Indonesia yang tetap bertahap dan berorientasi pasar. Mahony menambahkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan terus menjalankan perannya sebagai perantara dan fasilitator tata kelola ekspor, dengan fokus pada penguatan integrasi data, transparansi, sistem digital, dan koordinasi kelembagaan, sambil memastikan keberlangsungan bisnis bagi eksportir dan pembeli internasional. Mahony juga menyebut bahwa pengembangan model operasional dan peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai entitas BUMN ekspor juga akan terus dilakukan secara bertahap.
  • CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Senin (20/7) malam bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia sedang dalam tahap evaluasi, dengan langkah selanjutnya adalah menjadi agen penjual tunggal ekspor komoditas sumber daya alam strategis Indonesia. Bloomberg melaporkan bahwa pernyataan Rosan tersebut muncul setelah Presiden Prabowo Subianto pada hari yang sama menyampaikan harapannya agar PT Danantara Sumberdaya Indonesia dapat beroperasi sebagai layanan satu pintu untuk ekspor sumber daya alam per 1 September 2026. Rosan menekankan bahwa eksportir tetap dapat melakukan ekspor dan bertransaksi dengan pembeli luar negeri secara langsung serta mempertahankan kontrak jangka panjang existing, sementara PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan bertindak sebagai agen penjualan. Rosan menambahkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia saat ini telah memantau volume ekspor, harga transaksi, dan memeriksa apakah harga yang dilaporkan sudah sesuai dengan benchmark pasar, yang ditujukan untuk mendeteksi under–invoicing dan transfer pricing.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (21/7) bahwa pemerintah akan menerbitkan surat utang berdenominasi yuan China di pasar onshore China — yang biasa dikenal sebagai panda bondhingga CN¥7 miliar atau US$1 miliar pada 23 Juli 2026, bergantung pada kondisi pasar. Surat utang tersebut mendapatkan rating AAA dari agensi rating China, Lianhe Ratings. Bloomberg melaporkan bahwa Indonesia mendapatkan persetujuan untuk menerbitkan hingga US$30 miliar panda bond di pasar obligasi interbank China. Purbaya menyebut bahwa pemerintah akan menerbitkan panda bond dengan jumlah yang lebih besar, jika diperlukan. Penerbitan panda bond ini merupakan upaya pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaannya, di mana sejak awal 2026 pemerintah telah menerbitkan surat utang berdenominasi euro, yen Jepang, dan di pasar offshore China senilai total US$7 miliar, menandai rekor penerbitan obligasi pemerintah Indonesia non–dolar AS menurut laporan Bloomberg.
  • DPR pada Selasa (21/7) resmi mengesahkan RUU terkait pusat finansial internasional Indonesia (RUU PFII) sebagai undang–undang. Reuters melaporkan bahwa draft UU tersebut hingga kini belum tersedia untuk publik, tetapi DPR mengindikasikan bahwa UU tersebut akan menawarkan berbagai manfaat pajak kepada investor yang memenuhi syarat, mirip seperti insentif yang diberikan oleh pusat keuangan yang sudah mapan seperti Dubai. Pada Senin (20/7), Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, mengatakan pusat finansial internasional akan menawarkan keringanan PPh badan hingga 50 tahun kepada perusahaan yang memenuhi syarat, dengan rincian lebih lanjut akan dituangkan dalam peraturan pemerintah dan peraturan menteri. Stockbit sebelumnya telah merangkum beberapa wacana insentif yang ditawarkan dalam pusat finansial internasional melalui Stockbit Snips di sini.
  • Bloomberg melaporkan bahwa PT Danantara Investment Management pada Senin (20/7) memberikan surat penunjukan bersyarat (conditional award letters) kepada 8 mitra yang terpilih untuk proyek waste–to–energy tahap 2. Dalam daftar terbaru, Danantara mengganti mitra untuk proyek di wilayah Medan Raya dari sebelumnya konsorsium SUEZ–IAN menjadi konsorsium Nusantara Energi Hijau. Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz pada akhir Mei 2026, konsorsium Nusantara Energi Hijau terdiri atas Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. dan PT Sentosa Utama Abadi, sementara konsorsium SUEZ–IAN terdiri atas SUEZ (Asia Pacific) Ltd., PT Insan Asia Nusantara, dan China Machinery Engineering Corp. Di luar Medan Raya, mitra untuk 7 proyek di wilayah lain tidak berubah seperti pengumuman Danantara pada 13 Juli 2026.

πŸ™… Mengapa Investor Tidak Dianjurkan Terlalu Mencintai Suatu Emiten?

“Investor yang disiplin tidak membangun keyakinan berdasarkan seberapa besar kenaikan harga suatu saham atau seberapa lama saham tersebut dimiliki. Investment conviction dibangun berdasarkan kualitas fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan, serta validitas investment thesis.” — Rohal

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dalam investasi, Stockbitor Rohal mengingatkan kita bahwa investor yang berpengalaman tidak akan terpaku pada suatu emiten tanpa alasan investasi yang jelas. Rasa "cinta" pada suatu emiten akan selalu bersifat sepihak, karena sifatnya market memang bahwa ia tidak akan memandang emosi saat harganya bergerak. Rajin menganalisa emiten dan melihat fundamental perusahaannya merupakan hal terbaik yang bisa kita lakukan untuk mencari justifikasi jika kita memang tertarik pada suatu emiten. Namun, jika kita sudah menemukan alasan investasi yang jelas, bukan berarti kita boleh santai saja menunggu profit-nya. Investor yang pintar adalah investor yang sering memeriksa kembali apakah conviction atau alasan investasinya tetap relevan atau tidak.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

Komentar