Langsung ke konten utama

🏦 BBCA: Laba Bersih +2% YoY pada 1H26, Loan Yield Mulai Naik

IHSG turun -0,89%, ISAT 1H26: Laba Bersih +85% YoY, Revisi Naik Guidance Pendapatan & EBITDA. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.
open

🏦 BBCA: Laba Bersih +2% YoY pada 1H26, Loan Yield Mulai Naik

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.130,6 -0,89% -Rp1,1 triliun 18.067 +0,34% 4.022 -1,35%
Oil Coal CPO Nickel
86,4 -2,25% 130,3-0,23% 4.643 -0,64% 17.213 -0,96%

👋 Stockbitor!

Bank Central Asia ($BBCA) mencatat laba bersih Rp14,9 T pada 2Q26 (+0% YoY, +1% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp29,5 T (+2% YoY) dan sejalan dengan ekspektasi karena setara 49% estimasi 2026F konsensus (vs. rata–rata 2 tahun terakhir: 50%). Secara umum, kinerja laba bersih BBCA secara tahunan relatif flat akibat pertumbuhan kredit terkompensasi oleh penurunan margin. Beberapa highlights kami dari kinerja BBCA pada 2Q26 antara lain: 1) kredit terakselerasi pada 2Q26; dan 2) Net Interest Margin (NIM) telah mencapai bottom–nya pada 2Q26 dan berpotensi pulih pada kuartal–kuartal mendatang.

Pertumbuhan Kredit Terkompensasi Penurunan MarginKredit BBCA tumbuh +8% YoY per Juni 2026, di mana mayoritas pertumbuhan tersebut baru terlihat pada 2Q26 dengan kenaikan +4% QoQ yang utamanya masih didorong oleh segmen swasta (private). Pertumbuhan kredit per Juni 2026 tersebut tidak terefleksi ke pertumbuhan Net Interest Income (NII) akibat penurunan Net Interest Margin (NIM) seiring penurunan loan yield, sejalan dengan BI Rate yang lebih rendah sebelum kembali dinaikkan oleh Bank Indonesia mulai Mei 2026. NIM pada 2Q26/1H26 tercatat berada di level 5,3%, -50 bps lebih rendah secara tahunan.

Loan Yield Mulai Meningkat, Berpotensi Dorong Pemulihan NIM pada 2H26 — Manajemen BBCA mengatakan dalam earnings call 2Q26 bahwa sejak BI Rate mulai kembali dinaikkan pada Mei 2026, BBCA mulai melihat peningkatkan loan yield. Manajemen optimis bahwa tren peningkatan loan yield ini dapat mendukung prospek NIM mulai 3Q26, sehingga NIM selama 2026 masih dapat mencapai guidance di kisaran 5,4–5,6%. Ekspektasi ini didasarkan pada proyeksi BBCA bahwa BI Rate masih akan naik 2x lagi hingga akhir tahun, dengan asumsi The Fed menaikkan suku bunga AS sebanyak 1x hingga akhir 2026. Aspek kualitas aset secara umum relatif stabil, dengan LAR turun -20 bps QoQ meski NPL naik +10 bps QoQ. Cost of Credit (CoC) gross pada 2Q26 tercatat sebesar 0,4%, turun dari level 0,6% pada 1Q26. Manajemen mempertahankan guidance CoC 2026 di kisaran 0,4–0,5%, dengan potensi naik ke 0,6% jika kondisi makro menjadi lebih menantang.

Key Takeaway

Secara relatif, kami menilai BBCA berada pada posisi yang lebih baik dari aspek margin dibandingkan BMRI yang juga telah melaporkan kinerja 2Q26. BBCA melihat loan yield mulai meningkat sejalan dengan kenaikan BI Rate, sementara kredit baru BMRI yang lebih banyak didorong oleh related parties memiliki loan yield yang lebih rendah sehingga menekan margin. Menarik untuk dipantau apakah perbedaan dinamika antara BBCA dan himpunan bank milik negara (Himbara) juga terlihat pada kinerja BBNI dan BBRI yang belum melaporkan kinerja 2Q26.

📈 ISAT 1H26: Laba Bersih +85% YoY, Revisi Naik Guidance Pendapatan & EBITDA

  • $ISAT: Indosat mencatat laba bersih ~Rp2,8 T pada 2Q26 (+175% YoY, +89% QoQ), di mana sebagian dipengaruhi oleh pendapatan one–off dari divestasi aset fiber pada 2Q26 sebesar ~Rp1 T, sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp4,3 T (+85% YoY). Jika mengecualikan pendapatan one–off dari divestasi aset fiber tersebut, laba bersih ternormalisasi ISAT mencapai ~Rp1,8 T pada 2Q26 (+107% YoY, +23% QoQ) dan Rp3,2 T selama 1H26 (+49% YoY). Secara operasional, EBITDA selama 1H26 naik menjadi ~Rp14,6 T (+14% YoY), dengan margin EBITDA stabil di level 47,6%. Kenaikan EBITDA utamanya didorong oleh berlanjutnya pertumbuhan ARPU pada 2Q26 ke level Rp46 ribu (+19,5% YoY, +1,8% QoQ), sementara jumlah pelanggan stabil secara kuartalan di level 93,4 juta (-2,1% YoY, -0,1% QoQ). Manajemen ISAT pun merivisi naik guidance 2026, dengan target pertumbuhan pendapatan dan EBITDA di–upgrade dari kisaran ‘mid–to–high single–digit’ menjadi ‘close to double–digit’, sementara guidance capex naik dari ~Rp13 T menjadi ~Rp23 T.
  • $UNVR: Unilever Indonesia mencatat laba bersih dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp829 M pada 2Q26 (+5% YoY, -34% QoQ). Hasil tersebut membuat laba bersih dari operasi yang dilanjutkan selama 1H26 mencapai ~Rp2,1 T (+10% YoY), sementara total laba bersih yang mencakup keuntungan divestasi bisnis teh Sariwangi mencapai ~Rp3 T selama 1H26 (+38% YoY). Perbandingan realisasi laba bersih 1H26 dengan konsensus sulit dilakukan mengingat tidak diketahui seberapa banyak analis yang memasukan keuntungan divestasi ke dalam definisi laba bersih. Secara operasional, laju pertumbuhan pendapatan berakselerasi pada 2Q26 menjadi +12% YoY (vs. 1Q26: +3% YoY), tapi laju kenaikan laba bersih menurun ke +5% YoY (vs. 1Q26: +14% YoY) akibat lonjakan opex pada 2Q26 sebesar +13% YoY (vs. 1Q26: -2% YoY) seiring biaya transformasi dan kenaikan biaya distribusi.
  • $ELSA: Elnusa mencatat laba bersih Rp245 M pada 2Q26 (+63% YoY, +29% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp435 M (+29% YoY). Kenaikan laba bersih pada 2Q26 utamanya didorong oleh: 1) kenaikan pendapatan +23% YoY menjadi ~Rp4 T, didorong oleh segmen ‘distribusi energi dan logistik’ yang naik 37% YoY; dan 2) pendapatan finansial bersih menjadi Rp53 M (vs. 2Q25: Rp6 M, 1Q26: Rp30 M). Secara operasional, laba usaha pada 2Q26 naik menjadi Rp239 M (+22% YoY, +7% QoQ), dengan margin laba usaha sedikit turun ke level 6% (vs. 2Q25: 6,1%, 1Q26: 6,2%).
  • $ESSA: ESSA Industries Indonesia mencatat laba bersih US$11 juta pada 2Q26 (+70% YoY, -39% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai US$30 juta (+103% YoY) dan setara 41% estimasi 2026F konsensus (vs. 1H25: 37% laba bersih 2025). Kenaikan laba bersih selama 1H26 utamanya didorong oleh harga jual amonia terealisasi yang naik +70% YoY menjadi US$531/MT, yang lebih dari cukup untuk mengimbangi penurunan volume produksi amonia sebesar -8% YoY menjadi ~321 ribu ton. Alhasil, pendapatan segmen amonia tumbuh +43% YoY menjadi US$166 juta dan margin laba kotor melebar ke level 35,2% (vs 1H25: 27,7%). Sebagai konteks, penurunan laba secara kuartalan dipicu oleh pelaksanaan turnaround maintenance pabrik amonia selama 34 hari pada Mei–Juni 2026, sehingga memangkas volume produksi amonia pada 2Q26 menjadi ~126 ribu ton (-36% QoQ, -31% YoY). Maintenance tersebut mengerek biaya pabrikasi pada 2Q26 menjadi US$34 juta (+98% QoQ), utamanya berasal dari biaya suku cadang dan perlengkapan pabrik serta biaya perbaikan dan pemeliharaan. Dalam kabar terpisah, ESSA mengumumkan penangguhan proyek sustainable aviation fuel (SAF), yang didasarkan pada “evaluasi menyeluruh terhadap berbagai faktor strategis dan kondisi pasar terkini.” Penangguhan tersebut bukan merupakan pembatalan proyek SAF.
  • $ERAL: Sinar Eka Selaras mencatat laba bersih Rp65 M pada 2Q26 (+70% YoY, +48% QoQ), sehingga laba bersih selama 1H26 mencapai Rp108 M (+36% YoY). Pertumbuhan laba bersih pada 2Q26 ditopang oleh pertumbuhan pendapatan (+59% YoY, +16% QoQ) dan kenaikan pos ‘others – net’. Pertumbuhan laba bersih secara kuartalan pada 2Q26 juga ditopang oleh penurunan tarif pajak efektif menjadi 27,2% (vs. 1Q26: 37,7%). Pertumbuhan pendapatan utamanya didorong segmen ‘automotive’ (+80% QoQ) — yang kini berkontribusi 31% terhadap pendapatan (vs. 1Q26: 20%, 4Q25: 38%) — serta segmen ‘fashion apparel’ (+53% YoY, +19% QoQ), sementara kontribusi segmen ‘accessories & IoT’ turun ke 39% (vs. 2Q25: 63%) seiring pendapatannya yang relatif stagnan. Margin laba kotor turun ke level 17,6% (-154 bps YoY, -112 bps QoQ) seiring masuknya segmen ‘automotive’ yang bermargin lebih rendah serta efek seasonality pasca–Lebaran yang menekan margin ‘fashion apparel’. Di sisi lain, margin laba usaha justru naik secara tahunan ke level 4,9% (+92 bps YoY), ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, penurunan rasio beban SG&A ke 14% terhadap pendapatan (vs. 2Q25: 15,7%), serta kenaikan pos ‘others – net’ ke Rp25 M (vs. 2Q25: Rp6 M).
  • $BBNI: Bank Negara Indonesia berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp627 M pada periode 27 Juli–26 Oktober 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham seiring relaksasi yang diberikan oleh OJK untuk stabilisasi pasar modal.
  • $BFIN: Manajemen BFI Finance Indonesia dalam earnings call pada Senin (27/7) merevisi turun guidance cost of credit (CoC) menjadi <4% pada 2026F (vs. 1H26: 4,4%, 2025: 4,3%), lebih baik dibandingkan guidance sebelumnya di level 4,1%. Di sisi lain, manajemen BFIN kini memperkirakan pertumbuhan managed receivables sekitar +5% YoY pada 2026, lebih rendah dari guidance sebelumnya di kisaran low–teens (vs. 2025: +9% YoY). Simak poin–poin penting earnings call BFIN di sini.
  • $WIFI: Solusi Sinergi Digital melalui anak usahanya, PT Integrasi Jaringan Ekosistem, mengumumkan telah menerbitkan obligasi berdenominasi yen Jepang di pasar modal Jepang — yang biasa dikenal sebagai samurai bonds — senilai total JPY21,4 miliar atau ~Rp2,4 T pada 24 Juli 2026. Obligasi tersebut terdiri atas seri bertenor 3 tahun senilai JPY19,4 miliar dengan bunga 3,4% dan seri bertenor 5 tahun senilai JPY2 miliar dengan bunga 3,92%. Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan oleh PT Integrasi Jaringan Ekosistem untuk mendukung pengembangan usaha yang meliputi capex terkait pengembangan, perluasan, dan pemeliharaan jaringan fiber–to–the–home (FTTH), modal kerja, refinancing, serta kebutuhan umum perusahaan. Samurai bonds tersebut memperoleh peringkat BBB+ dari Japan Credit Rating Agency, Ltd.
  • $ARKO: Arkora Hydro mendapatkan fasilitas pinjaman hingga Rp450 M dari PT Indonesia Infrastructure Finance dengan jangka waktu 7 tahun. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembayaran pokok obligasi yang akan jatuh tempo pada 8 Agustus 2026 serta untuk keperluan umum perseroan, meski tidak merincinya lebih lanjut.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$DSNG $ELSA $EXCL $RAJA
+6,77% +4,58% +2,95% +2,86%

Top Loser 🤕

$ENRG $BRMS $FILM $BUKA
-8,83% -3,48% -3,37% -3,31%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • BEI pada Senin (27/7) mengumumkan evaluasi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80, dengan periode efektif pada 3 Agustus–30 Oktober 2026. Berikut rinciannya:
    • LQ45
      • Masuk: INDY, NCKL
      • Keluar: SMGR, TOWR
    • IDX30
      • Masuk: DEWA
      • Keluar: PTBA
    • IDX80
      • Masuk: BFIN, LSIP, NCKL
      • Keluar: INTP, PANI, SIDO
  • Moody’s Ratings mengatakan pada Senin (27/7) bahwa Indonesia berpotensi menghadapi volatilitas yang lebih tinggi pada aliran modal dan nilai tukar rupiah setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri secara mendadak dari jabatannya sebagai gubernur Bank Indonesia. Vice President Ratings Moody’s, Martin Petch, mengatakan kepada Bloomberg bahwa dampak jangka panjang terhadap peringkat kredit Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter. Rekam jejak Bank Indonesia dalam menjalankan kebijakan moneter secara efektif selama ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang profil kredit Indonesia.
  • Sovereign Analyst di S&P Global Ratings, Rain Yin, mengatakan kepada Bloomberg bahwa pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai gubernur Bank Indonesia tidak berdampak langsung pada sovereign rating Indonesia, meski hal tersebut dapat berkontribusi pada peningkatan risiko terkait prospek kebijakan negara. Yin menyebut bahwa pengumuman pengunduran diri Perry muncul saat kepercayaan pasar terhadap aset Indonesia melemah, sehingga berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan biaya utang pemerintah dalam jangka pendek. Yin menambahkan bahwa kabar tersebut juga dapat berkontribusi pada “ketidakpastian yang lebih besar mengenai arah kebijakan moneter di masa depan dan respons kebijakan pemerintah terhadap kondisi ekonomi yang berkembang.” Yin menjelaskan bahwa keputusan S&P untuk mempertahankan rating dan outlook sovereign credit Indonesia beberapa pekan lalu mencerminkan harapan bahwa tekanan fiskal dan neraca eksternal akan mereda dalam beberapa bulan mendatang, tetapi risiko penurunan rating dapat meningkat jika penurunan metrik fiskal atau eksternal Indonesia yang terjadi sementara ini terus berlanjut atau bersifat struktural.
  • Reuters melaporkan bahwa pengunduran diri mendadak Perry Warjiyo sebagai gubernur Bank Indonesia didahului oleh perselisihan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai strategi pertumbuhan ekonomi. Reuters mengatribusikan informasi tersebut kepada 3 narasumber anonim yang mengetahui hal tersebut, meski para narasumber tidak merinci apakah perselisihan tersebut berperan langsung dalam pengunduran diri Perry. Narasumber Reuters menyebut bahwa kebijakan Purbaya yang meningkatkan likuiditas di himpunan bank milik negara (Himbara) bertentangan dengan upaya Bank Indonesia untuk mengelola nilai tukar, sehingga sering menjadi sumber perdebatan secara internal. Juru bicara Purbaya dan Bank Indonesia tidak menanggapi permintaan komentar Reuters terkait isu ini, sementara Kementerian Keuangan menolak berkomentar. Perry sendiri tidak hadir dalam konferensi pers yang mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (27/7). Baik Reuters dan Bloomberg melaporkan bahwa Perry masih bertemu dengan investor di Singapura pada Jumat (24/7), sementara Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut bahwa Perry mengajukan surat pengunduran diri pada Sabtu (25/7). Narasumber anonim Bloomberg mengatakan bahwa Perry dalam pertemuan dengan investor pada Jumat (24/7) tidak memberikan indikasi bahwa ia akan meninggalkan jabatannya, sembari menambahkan bahwa Perry bahkan mengatakan dirinya tetap menjadi gubernur Bank Indonesia.
  • Pjs Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengatakan pada Senin (27/7) bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan stabilitas rupiah dan tetap aktif di pasar valuta asing spot, non–deliverable forward, dan domestic non–deliverable forward. Destry mengatakan arah kebijakan Bank Indonesia tidak berubah usai Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai gubernur Bank Indonesia, sembari menambahkan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan kebijakan makroprudensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia memperkirakan insentif terbaru berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging) dapat mendorong masuknya aliran modal asing.
  • CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Senin (27/7) bahwa Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara untuk dilibatkan dalam pengambilan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Rosan Roeslani menyebut bahwa langkah tersebut dimaksudkan agar keputusan KSSK berdampak langsung ke perekonomian dan dunia usaha, tidak hanya dari sisi fiskal dan moneter. Dengan keterlibatan ini, Danantara akan mengikuti rapat KSSK secara berkala.
  • Bloomberg melaporkan Iran dan Oman tengah berupaya mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pelayaran melalui Selat Hormuz, setelah pejabat kedua negara bertemu di Iran pada akhir pekan lalu. Jika tercapai, kesepakatan tersebut dapat membuka jalan bagi Iran dan AS untuk kembali bernegosiasi guna mengakhiri perang. Bloomberg melaporkan bahwa negosiator Oman optimistis dapat mengumumkan perkembangan positif dalam beberapa hari ke depan, meski belum ada kepastian kesepakatan akan tercapai. Sementara itu, Presiden Donald Trump pada Senin (27/7) mengatakan kepada Axios bahwa pembicaraan intensif tengah berlangsung, meski tidak menjelaskan apakah pembahasan tersebut terkait pembukaan kembali pelayaran di Selat Hormuz. Kementerian Luar Negeri Oman belum memberikan tanggapan atas hal ini.
  • Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, meminta aparat penegak hukum, termasuk TNI, untuk tidak menghambat ekspor mineral yang mengandung logam tanah jarang jika belum terdapat aturan yang dilanggar. Bisnis melaporkan bahwa pernyataan Dudung muncul setelah adanya laporan terkait hambatan ekspor mineral akibat kekosongan regulasi mengenai batas kandungan logam tanah jarang sebagai mineral ikutan. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kantor Staf Kepresidenan menggelar rapat koordinasi yang melibatkan kementerian, lembaga penegak hukum, serta pelaku usaha guna menyepakati pedoman mengenai batas maksimal kandungan logam tanah jarang sebagai mineral ikutan, yang diharapkan dapat menjadi acuan sementara sehingga aktivitas ekspor tidak terhenti.

💸 Harga Minyak Rendah, Kenapa Nikkei Jepang Justru Menurun?

“Selama kekhawatiran mengenai keberlanjutan investasi AI masih membayangi, sentimen negatif terhadap pasar saham Jepang berpotensi berlanjut meskipun kondisi geopolitik dan harga energi terlihat semakin membaik.” — Indra 619

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Dengan dibukanya kembali pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat, harga minyak mulai turun dan pasar dunia mulai stabil. Namun, Nikkei Jepang mengalami penurunan terbesar dalam dua bulan terakhir. Stockbitor Indra619 menjelaskan bahwa walaupun turunnya harga minyak sangat menguntungkan bagi Jepang karena mereka termasuk net importer minyak dan gas, investor justru sedang mengalihkan perhatian ke sektor lain, yaitu teknologi. Karena investasi AI yang mulai melambat, hal ini berdampak langsung pada harga saham perusahaan teknologi di Jepang yang mengalami tekanan jual yang cukup besar. Kesimpulannya, karena rally AI sudah mulai menunjukkan pelemahan, investor dapat melirik sektor-sektor lainnya; terlebih IHSG yang justru mengalami penguatan dalam beberapa minggu terakhir.

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🛢️ OPEC+ Kembali Naikkan Produksi, Normalisasi Harga Minyak Berlanjut

IHSG naik +0,69%, KSP Akan Selesaikan Hambatan Birokrasi untuk Komersialisasi Proyek CBM PGAS. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini. Photo by: Stockbit Daily Market Performance 🚀 IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold 5.916,1 +0,69% -Rp190,9 miliar 17.995 +0,23% 4.163 +0,90% Oil Coal CPO Nickel 71,7 -0,55% 128,8 -0,23% 4.550 +1,56% 16.424 +1,07% 👋 Stockbitor! OPEC+ pada Minggu (5/7) menyepakati kenaikan target produksi minyak sebesar 188.000 barrel per hari ( bpd ) mulai Agustus 2026 , menandai kenaikan target produksi dalam 5 bulan beruntun . Langkah ini akan menambah pasokan minyak global seiring pulihnya ekspor melalui Selat Hormuz. Pemulihan produksi sendiri mulai terlihat pada Juni 2026, setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman perdamaian pada 17 Juni 2026 yang ...

🏦 Rekap Kinerja Big Banks selama 5M26

IHSG turun -0,25%, ESSA Akan Bagikan Dividen dengan Indikasi Yield 7,9%. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini. 🏦 Rekap Kinerja Big Banks selama 5M26 Photo by: Stockbit Daily Market Performance 🚀 IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold 6.101,3 -0,25% -Rp311,6 miliar 17.845 +0,07% 4.147 -1,33% Oil Coal CPO Nickel 77,1 -0,49% 132,0 +0,38% 4.662 -0,21% 17.754 +0,99% 👋 Stockbitor! Sebanyak 3 dari 4 big banks telah melaporkan kinerja bank–only periode 5M26 , yakni Bank Central Asia ( $BBCA ), Bank Mandiri ( $BMRI ), dan Bank Negara Indonesia ( $BBNI ). Berikut rekap dan highlights dari kinerja ketiganya: Pendorong Pertumbuhan Laba Bersih selama 5M26; Himbara Outperform BBCA BMRI ( +19% YoY ): Kenaikan Net Interest Income (NII) relatif solid di level +10% YoY. Pertumbuhan opex ya...

🎯 S&P Pertahankan Rating & Outlook Kredit Indonesia

IHSG naik +1,92%, RMKE Revisi Jadwal Stock Split. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini. 🎯 S&P Pertahankan Rating & Outlook Kredit Indonesia Photo by: Stockbit Daily Market Performance 🚀 IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold 6.037,8 +1,92% -Rp437,7 miliar 18.118 +0,35% 4.076 -0,93% Oil Coal CPO Nickel 78,1 +2,80% 128,6 -1,04% 4.535 +0,49% 16.741 +0,93% 👋 Stockbitor! Lembaga pemeringkat sovereign credit, S&P Global Ratings (S&P), pada Senin (13/7) mengumumkan mempertahankan rating Indonesia di level 'BBB' untuk kredit jangka panjang dan 'A-2' untuk kredit jangka pendek dengan outlook 'stable’. Secara umum, S&P menilai pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia — yang dipicu oleh tingginya harga energi dan suku bunga, lemahnya nila...