Langsung ke konten utama

📢 Presiden Umumkan Aturan Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA; BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps

IHSG turun -0,82%, PACK Tambah Kepemilikan di 2 Entitas Tambang Nikel Senilai Rp1,3 T. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.
open

📢 Presiden Umumkan Aturan Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA; BI Naikkan Suku Bunga 50 Bps

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance 🚀

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
6.318,5 -0,82% +Rp2,5 miliar 17.605 -0,56% 4.492 -0,43%
Oil Coal CPO Nickel
109,3 -1,80% 132,4-0,08% 4.584 -0,02% 18.806 +1,29%

👋 Stockbitor!

Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (20/5) mengumumkan peraturan baru terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis, yang akan mewajibkan ekspor komoditas melalui BUMN bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Presiden Prabowo menjelaskan bahwa peraturan baru ini ditujukan untuk menekan praktik under–invoicing dan under–accounting, serta memberikan Indonesia pengaruh yang lebih besar dalam penentuan harga.

Pada tahap awal, kewajiban ekspor melalui 1 pintu ini menargetkan komoditas batu bara, CPO, dan ferroalloy. Aturan baru ini akan mulai diimplementasikan pada masa transisi mulai 1 Juni 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan dimulai per 1 September 2026. Berdasarkan presentasi Presiden Prabowo, PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan mengontrol semua proses pengurusan ekspor termasuk transaksi dan kontrakpada masa implementasi penuh. Simak tabel di bawah untuk rincian lengkap terkait komparasi aturan baru dengan sistem ekspor existing.

Photo by: Stockbit

Selain aturan baru terkait ekspor komoditas, Presiden Prabowo juga mengajukan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok–pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) RAPBN 2027, dengan target pertumbuhan ekonomi sekitar +5,8–6,5% YoY (vs. APBN 2026: +5,4%) dan defisit berkisar 1,8–2,4% terhadap PDB, lebih rendah dibandingkan target defisit APBN 2026 di 2,68% terhadap PDB dan limit legal di 3% terhadap PDB. Asumsi makroekonomi yang diajukan Presiden Prabowo ini nantinya akan kembali dibahas antara pemerintah dan DPR, sebelum menjadi asumsi makroekonomi yang akan digunakan dalam APBN 2027. Untuk rincian lengkap asumsi markoekonomi 2027 yang diajukan Presiden Prabowo, lihat tabel ‘Asumsi Makroekonomi 2027’ di bagian headline.

Presiden Prabowo juga mengumumkan bahwa pemerintah telah mengesahkan revisi peraturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA), di mana perubahan aturan tersebut mencakup kewajiban eksportir untuk menempatkan devisa hasil ekspornya ke himpunan bank milik negara (Himbara), ketentuan retensi dan konversi ke rupiah khusus bagi eksportir pelaksana perjanjian perdagangan bilateral, serta insentif tarif PPh hingga 0% sesuai jangka waktu penempatan instrumen DHE SDA.. Adapun ketentuan mengenai penempatan devisa untuk eksportir non–migas tidak berubah di level 100% selama 12 bulan. Untuk rincian lengkap terkait peraturan DHE SDA baru, simak tabel di bawah.

Photo by: Stockbit

Dalam kesempatan terpisah, Bank Indonesia pada hari ini menaikkan suku bunga BI Rate sebesar 50 bps ke level 5,25%, di luar ekspektasi konsensus yang hanya memperkirakan kenaikan 25 bps, dengan suku bunga deposit facility dan lending facility juga masing–masing dinaikkan sebesar 50 bps menjadi 4,25% dan 6%. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa langkah ini diambil untuk memperkuat upaya stabilisasi nilai tukar rupiah rupiah terhadap dampak meningkatnya volatilitas global akibat konflik Timur Tengah, serta sebagai langkah pre–emptive untuk memastikan inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam kisaran target 1,5–3,5%.

Meski BI Rate dinaikkan sebesar 50 bps, Bank Indonesia mempertahankan outlook pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran +4,9–5,7% YoY pada tahun ini, di mana pertumbuhan diperkirakan akan tetap kuat seiring dukungan belanja pemerintah.

Perry menyebut bahwa Bank Indonesia akan terus meningkatkan intensitas intervensi valuta asing untuk menstabilkan rupiah melalui transaksi NDF di pasar luar negeri maupun transaksi spot dan DNDF di pasar domestik. Selain itu, Bank Indonesia akan meningkatkan struktur suku bunga instrumen moneter pro–market untuk tetap menarik aliran masuk investasi portofolio asing ke aset keuangan domestik, serta memastikan likuiditas yang memadai di pasar uang dan perbankan dengan menjaga pertumbuhan uang primer di atas +10% YoY.

Untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas dan mendorong intermediasi perbankan, Bank Indonesia akan memperkuat pelonggaran kebijakan makroprudensial melalui: 1) perluasan cakupan surat berharga yang dapat dihitung ke dalam rasio intermediasi makroprudensial (RIM) untuk bank per 1 Juli 2026; dan 2) memberikan insentif likuiditas tambahan hingga 0,5% dari DPK bagi bank yang memenuhi target RIM namun belum memanfaatkan insentif maksimum KLM sebesar 5,5%, efektif per 1 Agustus 2026.

Key Takeaway

Secara konsep, pembentukan badan pengelola ekspor memiliki tujuan yang positif, terutama mempertimbangkan permasalahan kompleks yang selama ini terjadi di sektor komoditas nasional seperti under–invoicing serta aktivitas pertambangan dan perkebunan ilegal. Implementasi yang baik diharapkan dapat secara efektif memberantas aktivitas ilegal, mengoptimalkan peningkatan negara dari sisi pajak maupun PNBP, dan memperkuat posisi rupiah. Namun, faktor eksekusi menjadi poin penting yang perlu diperhatikan. Selain itu, pemerintah belum memberikan rincian aturan pelaksana seperti proses alur barang dan waktu yang diperlukan, aliran uang dari penjual ke pembeli selama proses transaksi berlangsung, cara penentuan harga jual, hingga biaya–biaya yang terasosiasi selama proses verifikasi. Kami menilai bahwa pergerakan sektor komoditas masih akan mengalami tekanan dalam jangka pendek sembari menunggu terbitnya detail aturan pelaksana.

Terkait dengan kenaikan suku bunga BI Rate, kami memandang hal ini sebagai keputusan yang tepat sebagai bentuk komitmen bank sentral untuk proaktif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini menjadi krusial terutama mengingat laju pelemahan kurs yang terjadi belakangan yang disebabkan karena faktor domestik maupun situasi ketidakpastian geopolitik. Hal lain yang perlu dicatat adalah Bank Indonesia masih mempertahankan outlook pertumbuhan ekonomi di level +4,9–5,7% untuk 2026, meski menaikkan suku bunga acuannya sebesar 50 bps.

➕ PACK Tambah Kepemilikan di 2 Entitas Tambang Nikel Senilai Rp1,3 T

  • $PACK: Abadi Nusantara Hijau Investama melalui 2 anak usahanya, PT Adhi Prakarsa Raya dan PT Sumber Cahaya Raya, mengumumkan telah meningkatkan investasinya di PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konutara Sejati masing–masing sebesar ~14,63% melalui pembelian senilai ~US$42,4 juta dan ~US$33,5 juta dari pihak non–afiliasi. Setelah kedua transaksi tersebut, kepemilikan PACK di PT Karyatama Konawe Utara dan PT Konutara Sejati masing–masing naik menjadi ~49,13% dan ~44,63%, sehingga menjadikan PACK sebagai pemegang saham terbesar di kedua perusahaan tambang bijih nikel di Konawe Utara tersebut. Total nilai kedua transaksi tersebut mencapai ~US$75,9 juta atau ~Rp1,3 T — setara 39,17% dari ekuitas PACK. Pendanaan kedua transaksi tersebut berasal dari pinjaman perpetual senilai ~US$93,1 juta dari pengendali perseroan, PT Eco Energi Perkasa, di mana fasilitas tersebut memiliki bunga 8% per tahun tanpa jatuh tempo.
  • $SUPA: Grab Holdings Limited (Nasdaq: GRAB) mengumumkan dalam keterbukaan informasi di bursa AS bahwa perusahaan akan mengkonsolidasikan Super Bank Indonesia ke dalam laporan keuangannya, menyusul pengalihan kepemilikan saham Singtel Alpha Investments Pte. Ltd. di SUPA kepada GXS Bank Pte. Ltd. GXS Bank sendiri merupakan joint venture perbankan digital antara Grab dan Singtel. Setelah transaksi yang diperkirakan rampung pada Mei 2026 tersebut, kepemilikan Grab di SUPA — baik langsung maupun tidak langsung — akan meningkat menjadi lebih dari 50%.
  • $SMGR: Semen Indonesia mencatat kenaikan volume penjualan semen sebesar +18% YoY pada April 2026, seiring pergeseran libur Lebaran. Mengesampingkan pergeseran seasonality, volume penjualan SMGR pada periode Maret–April 2026 tetap naik +7% YoY, didukung kenaikan volume penjualan domestik (+14% YoY). Market share SMGR selama 4M26 relatif stabil di 47,5% (vs. 4M25: 47,6%, 1Q26: 47,5%), sementara market share gabungan INTP dan SMGR turun menjadi 75,5% selama 4M26 (vs. 4M25: 77,3%, 1Q26: 75,5%). Dari segi segmentasi, volume penjualan semen kantong (bag) SMGR pada periode Maret–April 2026 naik +15% YoY, sementara penjualan semen curah (bulk) naik +11% YoY.
  • $BFIN: Pemegang saham BFI Finance Indonesia pada hari ini, Rabu (20/5), menyetujui rencana pembagian total dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp1,1 T atau setara 68% dividend payout ratio (vs. 2024: 58%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividen final Rp35/saham, dengan yield dividen final ~4,7% per hari ini. Cum dividen belum diketahui, sementara pembayaran pada 18 Juni 2026. Sebelumnya, BFIN telah membagikan dividen interim sebesar Rp35/saham pada Desember 2025.
  • $CBDK: Bangun Kosambi Sukses berencana melaksanakan buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp250 M pada periode 20 Mei–19 Agustus 2026. Rencana ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, seiring relaksasi yang diberikan OJK untuk mendukung stabilitas pasar modal.
  • $SRTG: Saratoga Investama Sedaya akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1,4 T atau Rp103,3/saham, mengindikasikan dividend yield ~6,5% per Rabu (20/5). Jumlah ini setara ~19,1% dividend payout ratio (vs. 2024: ~6%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Mei 2026, sementara pembayaran pada 12 Juni 2026.
  • $TPMA: Trans Power Marine akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar ~Rp146,9 M atau Rp42/saham, setara ~48% dividend payout ratio (vs. 2024: 67%). Jumlah tersebut mengindikasikan dividend yield ~8,4% per Rabu (20/5). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 29 Mei 2026, sementara pembayaran pada 18 Juni 2026.

🔎 Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer 🔥

$PTBA $MEDC $JPFA $CTRA
+6,42% +5,44% +5,18% +3,05%

Top Loser 🤕

$TPIA $BRPT $CUAN $BREN
-14,74% -10,18% -9,23% -7,62%

 🔥 Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Kementerian Keuangan pada Selasa (19/5) mengumumkan bahwa defisit APBN 2026 per April 2026 mencapai Rp164,4 T, setara 0,64% terhadap PDB. Defisit tersebut melebar dibandingkan realisasi APBN 2025 per April 2025 yang masih mencetak surplus 0,02% terhadap PDB, meski membaik dibandingkan realisasi APBN 2026 per Maret 2026 yang mencatat defisit 0,93% terhadap PDB. Keseimbangan primer APBN 2026 per April 2026 tercatat surplus Rp28 T, dibandingkan surplus Rp173,9 T pada APBN 2025 per April 2025 serta berbalik dari defisit Rp95,8 T pada APBN 2026 per Maret 2026. Realisasi APBN 2026 per April 2026 dipengaruhi oleh penerimaan negara yang tumbuh +13,3% YoY seiring kenaikan penerimaan pajak +16,1% YoY, sementara belanja negara melonjak +34,3% YoY. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah optimistis penerimaan negara akan membaik pada tahun ini, sehingga dapat menekan interest expenditure–to–revenue ratio — metrik yang dipantau oleh perusahaan pemeringkat kredit seperti S&P.
  • Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan kredit perbankan mencapai +9,98% YoY per April 2026 (vs. Maret 2026: +9,49% YoY, April 2025: +8,88% YoY), sejalan dengan target 2026 dari Bank Indonesia di kisaran +8–12% YoY. Berdasarkan penggunaannya, kredit investasi tumbuh +19,48% YoY, kredit modal kerja +6,04% YoY, dan kredit konsumsi +6,13% YoY.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (19/5) bahwa pemerintah telah memangkas pagu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada APBN 2026 dari Rp335 T menjadi Rp268 T. Purbaya menjelaskan bahwa keputusan itu merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan dana program MBG dapat dikelola dengan lebih efisien. Per akhir April 2026, realisasi penyaluran anggaran MBG mencapai Rp75 T, yang telah menjangkau ~62 juta penerima manfaat serta 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk tidak mengubah cukai hasil tembakau (CHT) pada 2027 guna menjaga stabilitas. Rencana ini melanjutkan kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan CHT pada 2025 dan 2026. Purbaya menyebut bahwa perubahan CHT baru akan dipertimbangkan setelah pemerintah berhasil mendorong pelaku usaha rokok ilegal menjadi legal, salah satunya melalui digitalisasi pengawasan produksi rokok.
  • Direktur Utama GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO), Hans Patuwo, mengatakan bahwa pihaknya akan memangkas skema bagi hasil atau potongan tarif bagi pengemudi ojek online (ojol) dari 20% menjadi 8%, sehingga pengemudi ojol akan menerima bagian sebesar 92% dari setiap tarif perjalanan layanan GoRide. Kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pengemudi ojol motor, sementara skema bagi hasil untuk mitra layanan taksi online atau GoCar belum mengalami perubahan. Penyesuaian potongan tarif baru akan berlaku setelah Peraturan Presiden (Perpres) No. 27/2026 resmi diterbitkan pemerintah. Hans memastikan bahwa kebijakan ini tidak akan memengaruhi harga layanan GoRide bagi pengguna maupun menghilangkan promo yang selama ini tersedia. GOTO juga akan menghentikan skema langganan GoRide Hemat yang selama ini dikenakan kepada mitra pengemudi ojol, yang akan berlaku efektif dalam waktu dekat.
  • Aspirasi Hidup Indonesia ($ACES) mencatatkan same store sales growth (SSSG) +2,4% YoY selama 4M26 (vs. 4M25: -2,3% YoY). Hasil tersebut mengindikasikan SSSG sekitar -3,3% YoY pada April 2026 (vs. April 2025: -14,1% YoY). Pertumbuhan SSSG selama 4M26, ditopang oleh wilayah Jakarta (+6% YoY) dan Jawa di luar Jakarta (+3,6% YoY), sementara wilayah luar Jawa terkontraksi -0,5% YoY.
  • Sinar Eka Selaras ($ERAL) bersama 15 entitas anak usahanya menandatangani perpanjangan dan penambahan fasilitas kredit dari Bank Central Asia ($BBCA), yang terdiri atas: 1) fasilitas kredit lokal Rp245 M; 2) time loan Rp450 M; 3) kredit investasi Rp148 M; 4) kredit multi facility yang terdiri atas US$10 juta, SG$3,5 juta, dan Rp190 M; serta 5) forex forward line yang terdiri atas US$6 juta dan CN¥200 juta. Fasilitas kredit lokal, time loan, dan kredit investasi dikenakan suku bunga 6,75% per tahun. Mayoritas fasilitas berlaku hingga 13 Mei 2027, kecuali kredit investasi yang bertenor 3 tahun. ERAL menyatakan bahwa fasilitas–fasilitas ini dialokasikan untuk membiayai modal kerja perseroan dan entitas anak, serta mendukung pemenuhan transaksi berbasis valuta asing.

🕹️ Ekspor SDA Mau Lewat BUMN Semua? Ini Bisa Jadi Game Changer Buat Emiten Komoditas

“Menurut saya, ini bukan berita yang bisa langsung disimpulkan sebagai bullish atau bearish. Ini lebih tepat dibaca sebagai perubahan arah tata kelola komoditas nasional.” — Andre201

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Siang hari ini, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan one door policy yang menetapkan bahwa seluruh ekspor batu bara, minyak sawit, dan sumber daya alam lainnya harus melalui BUMN. Stockbitor Andre201 menimbang kemungkinan pro dan kontra yang dapat muncul dari kebijakan tersebut. Pada satu sisi, ekspor SDA memang dapat lebih diawasi jika dilakukan oleh BUMN, yang dapat meningkatkan transparansi dan menghindari potensi terjadinya hal yang merugikan ekonomi negara, seperti praktik under invoicing. Namun di sisi negatifnya, akan ada risiko yang mungkin timbul jika penerapan kebijakan tersebut kurang baik, seperti pemborosan biaya, lambatnya proses ekspor komoditas, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Sebagai investor ritel, beliau mengajak kita untuk memandang perubahan tata kelola tersebut secara kritis serta melihat bagaimana kebijakan ini berdampak pada emiten-emiten sektor komoditas di Indonesia selama masa implementasinya. Baca selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

Komentar