Langsung ke konten utama

๐Ÿ“ˆ PDB RI Tumbuh +5,61% YoY pada 1Q26, Lampaui Ekspektasi

IHSG naik +1,22%, NISP Akuisisi Bisnis Ritel & Wealth Management HSBC di Indonesia. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.
open

๐Ÿ“ˆ PDB RI Tumbuh +5,61% YoY pada 1Q26, Lampaui Ekspektasi

Photo by: Stockbit

Daily Market Performance ๐Ÿš€

IHSG Foreign Flow Kurs USD/IDR Gold
7.057,1 +1,22% -Rp317,9 miliar 17.425 +0,26% 4.565 +0,70%
Oil Coal CPO Nickel
112,9 -1,33% 139,2+1,16% 4.709 +1,90% 19.365 -0,53%

๐Ÿ‘‹ Stockbitor!

BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai +5,61% YoY pada 1Q26 (vs. 4Q25: +5,39% YoY, 1Q25: +4,87% YoY), melampaui ekspektasi konsensus di level +5,4% YoY dan menandai pertumbuhan tertinggi sejak 3Q22. Sebagai konteks, APBN 2026 menargetkan pertumbuhan ekonomi +5,4% YoY.

Dari sisi pengeluaran, berikut beberapa highlight pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 1Q26:

  • Konsumsi rumah tangga (+5,52% YoY) seiring momentum hari besar keagamaan (pergeseran seasonality Lebaran) dan peningkatan mobilitas masyarakat. Momentum ini juga terefleksi dari pertumbuhan pengeluaran kelompok ‘restoran dan hotel’ sebesar +7,38% serta ‘transportasi dan komunikasi’ sebesar +6,91%.
  • Konsumsi pemerintah (+21,81% YoY) menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai sejalan dengan pembayaran gaji ke–14 (THR) serta belanja barang dan jasa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Level pertumbuhan yang tinggi ini juga dipengaruhi oleh low–base effect pada 1Q25, di mana belanja pemerintah pada periode tersebut terkontraksi -1,4% YoY.
  • Pembentukan modal tetap bruto/investasi atau PMTB (+5,96% YoY) sejalan dengan realisasi investasi 1Q26 yang tumbuh +7,2% YoY. Secara sektoral, investasi masih didominasi oleh industri pengolahan, khususnya industri logam dasar dengan nilai Rp69,4 T, yang menjadi pendorong utama hilirisasi. Secara keseluruhan, realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai hampir 30% dari total investasi 1Q26 dengan pertumbuhan sebesar +8,2% YoY. Kontributor besar lainnya meliputi jasa (didukung oleh data center, jasa penunjang energi, dan layanan kesehatan), pertambangan, perumahan, dan kawasan industri.
  • Net ekspor (-25% YoY) seiring ekspor yang relatif flat sementara impor naik +7,2% YoY didorong golongan ‘barang modal’ (+24% YoY) jenis ‘mesin/peralatan mekanis’ (+22% YoY) dan ‘mesin/perlengkapan elektrik’ (+17,9% YoY).

Key Takeaway

Meski secara umum pertumbuhan ekonomi pada 1Q26 relatif tinggi berkat belanja pemerintah yang ekspansif, pertumbuhan ini juga disebabkan oleh low–base effect pada 1Q25 yang hanya tumbuh +4,87% YoY. Pertumbuhan ekonomi berpotensi lebih menantang pada kuartal–kuartal berikutnya. Selain mengecilnya efek low–base, ruang belanja pemerintah untuk kelanjutan progres program–program strategis juga akan lebih terbatas seiring meningkatnya kebutuhan subsidi energi, dengan keputusan pemerintah yang mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah melonjaknya harga minyak dunia. Selain itu, tingginya ketidakpastian dan menurunnya keyakinan konsumen juga berpotensi berdampak negatif terhadap investasi dan permintaan konsumsi.

๐Ÿค NISP Akuisisi Bisnis Ritel & Wealth Management HSBC di Indonesia

  • $NISP: OCBC Bank (SGX: O39), mengumumkan bahwa anak usahanya di Indonesia, Bank OCBC NISP, telah menandatangani perjanjian akuisisi retail banking dan wealth management business PT Bank HSBC Indonesia. Rencana transaksi ini akan dibiayai secara internal oleh NISP, dengan penyelesaian transaksi ditargetkan rampung pada 2Q27. OCBC tidak merinci nilai transaksi ini, tetapi perusahaan mengatakan bahwa nilai transaksi akan mengacu pada net asset value (NAV) retail banking dan wealth management business PT Bank HSBC Indonesia saat penyelesaian transaksi, ditambah premium hingga Rp6,5 T. Assets under management (AUM) yang dialihkan mencapai Rp89,8 T per Desember 2025, terdiri dari: 1) investasi nasabah di reksa dana, obligasi, dan asuransi sebesar Rp58,2 T; dan 2) dana pihak ketiga sebesar Rp31,6 T. Selain itu, portofolio kredit retail senilai Rp3,6 T juga akan ikut dialihkan. Transaksi ini diperkirakan akan meningkatkan AUM NISP sebesar +25% dan menaikan saldo kartu kredit lebih dari +150%. Per Desember 2025, retail banking dan wealth management business PT Bank HSBC Indonesia melayani 336 ribu nasabah melalui 26 cabang. Rincian lebih lanjut akan disampaikan oleh perseroan menjelang penyelesaian transaksi.
  • $MDKA: Merdeka Copper Gold mengumumkan kinerja volume penjualan pada 1Q26, dengan tambang emas Pani mencatatkan produksi emas perdana. Berikut rinciannya: 1) emas — volume penjualan 24.986 oz (+67% QoQ, -32% YoY) dengan cash margin US$4.151/oz (+130% QoQ, +127% YoY); 2) tembaga — volume penjualan 1.923 ton (-44% QoQ, -35% YoY) dengan cash margin US$2,71/lb (+34% QoQ, +98% YoY); 3) limonite — volume penjualan 4,8 juta wmt (-38% QoQ, +126% YoY) dengan cash margin US$10,1/wmt (+74% QoQ, +352% YoY); 4) NPI — volume penjualan 19.991 ton (-5% QoQ, +23% YoY) dengan cash margin US$3.982/ton (+76% QoQ, +161% YoY); dan 5) nickel matte — volume penjualan 8.056 ton (-10% QoQ, -19% YoY) dengan cash margin US$1.321/ton (+72% QoQ, +445% YoY).
  • $MBMA: Merdeka Battery Materials mengumumkan kinerja volume penjualan pada 1Q26 sebagai berikut: 1) saprolite — volume penjualan 1,9 juta wmt (+6% QoQ, +42% YoY) dengan cash margin US$4/wmt (+34% QoQ, +197% YoY); 2) limonite — volume penjualan 4,8 juta wmt (-38% QoQ, +126% YoY) dengan cash margin US$10,1/wmt (+74% QoQ, +352% YoY); 3) NPI — volume penjualan 19.991 ton (-5% QoQ, +23% YoY) dengan cash margin US$3.982/ton (+76% QoQ, +161% YoY); dan 4) nickel matte — volume penjualan 8.056 ton (-10% QoQ, -19% YoY) dengan cash margin US$1.321/ton (+72% QoQ, +445% YoY)
  • $EMAS: Merdeka Gold Resources mengumumkan kinerja operasional pada 1Q26, dengan volume produksi emas 1.818 oz (first commercial quarter), volume penjualan emas 516 oz, dan cash margin US$3.921/oz.
  • $TPIA: Chandra Asri Pacific mengumumkan berakhirnya status force majeure yang sebelumnya diberlakukan terkait pasokan polymer dan monomer. Langkah ini dilakukan setelah perseroan mengamankan bahan baku dari pasar alternatif — termasuk AS — serta optimalisasi fasilitas kilang di Singapura. Pengiriman dari AS memerlukan waktu sekitar 50–70 hari, lebih lama dibandingkan pasokan dari kawasan Timur Tengah yang umumnya berkisar 15–20 hari. Selain itu, harga naphta dari AS juga lebih tinggi sekitar US$150–200/metric ton dibandingkan pasokan dari Timur Tengah. Dalam upaya meningkatkan keandalan pasokan ke depan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant perseroan, guna mendukung optimalisasi produksi polypropylene dan polyethylene.
  • $DCII: DCI Indonesia mendapatkan fasilitas kredit investasi hingga Rp17 T dari Bank Central Asia ($BBCA). Fasilitas tersebut akan digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal perseroan dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak.
  • $JPFA: Japfa Comfeed Indonesia akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1,6 T atau Rp140/saham, mengindikasikan dividend yield ~5,4% per Selasa (5/5). Jumlah ini setara ~41% dividend payout ratio (vs. 2024: ~54%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Mei 2026, sementara pembayaran pada 19 Mei 2026.
  • $CBRE: Cakra Buana Resources Energi mendapatkan fasilitas kredit berjangka waktu 8 tahun senilai US$45 juta dari Bank Maybank Indonesia ($BNII) untuk pelunasan pembelian kapal pipe laying and lifting vessel bernama Gunanusa Hai Long 106. Fasilitas tersebut dijamin oleh kapal tersebut beserta tagihan yang timbul dari kontrak sewanya. CBRE menjelaskan bahwa fasilitas kredit ini menggantikan fasilitas kredit yang sebelumnya telah diumumkan, dengan tujuan untuk menyesuaikan jangka waktu pembayaran kepada penjual kapal.
  • $SSMS: Sawit Sumbermas Sarana akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp800 M atau Rp83,99/saham, mengindikasikan dividend yield ~6% per Selasa (5/5). Jumlah tersebut setara ~69% dividend payout ratio (vs. 2024: ~55%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 11 Mei 2026, sementara pembayaran pada 4 Juni 2026.
  • $TUGU: Asuransi Tugu Pratama Indonesia akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp355,5 M atau Rp99,99/saham, mengindikasikan dividend yield ~7,9% per Selasa (5/5). Jumlah ini setara ~50% dividend payout ratio (vs. 2024: 40%). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 8 Mei 2026, sementara pembayaran pada 3 Juni 2026.

๐Ÿ”Ž Insider Transactions

Source: IDX

Top Gainer ๐Ÿ”ฅ

$BRPT $TPIA $PTRO $CUAN
+24,66% +19,70% +16,26% +12,07%

Top Loser ๐Ÿค•

$INCO $MBMA $MAPI $FILM
-13,09% -8,89% -6,18% -6,10%

 ๐Ÿ”ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

  • Reuters melaporkan bahwa AS dan Iran melancarkan serangan baru pada Senin (4/5), sebagai upaya kedua negara untuk memperebutkan kendali atas Selat Hormuz. Serangan terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan upaya untuk mengawal kapal melewati Selat Hormuz. Pada Senin (4/5), beberapa kapal komersial melaporkan ledakan, di mana AS mengumumkan telah menghancurkan 6 kapal militer kecil Iran, sementara Iran telah menyerang pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab yang menampung pangkalan militer AS. Militer AS mengklaim 2 kapal niaga berhasil melintasi Selat Hormuz, diikuti dengan pernyataan dari Maersk yang menyebut kapal berbendera AS, Alliance Fairfax, dapat keluar dari Selat Hormuz dengan pengawalan militer pada Senin (4/5). Iran membantah klaim tersebut.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan bea ekspor dan pajak windfall (windfall tax) untuk komoditas nikel, yang ditujukan sebagai sumber tambahan penerimaan negara guna menutup lonjakan belanja subsidi energi seiring perang Iran. Purbaya menyebut bahwa tarif bea ekspor dan pajak windfall untuk komoditas nikel masih dalam tahap perhitungan.
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Selasa (5/5) bahwa pemerintah berencana memberikan diskon sekitar 40–100% dari pajak pertambahan nilai (PPN) untuk pembelian mobil listrik. Rincian dan jadwal kebijakan ini masih dalam pembahasan dengan Kementerian Perindustrian.
  • Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan bahwa Bank Indonesia terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui offshore dan domestic non–deliverable forward, transaksi spot, dan obligasi pemerintah di pasar sekunder. Pernyataan Erwin muncul setelah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,23% ke level 17.420 pada intraday Selasa (5/5), menandai all–time low menurut data Bloomberg. Erwin menyebut bahwa depresiasi rupiah sejalan dengan sebagian besar mata uang regional lainnya.
  • CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pada Selasa (5/5) bahwa pihaknya telah membeli saham di GoTo Gojek Tokopedia ($GOTO) dan akan terus meningkatkan kepemilikannya secara bertahap. Rosan tidak merinci berapa banyak saham GOTO yang telah dan akan dibeli. Pernyataan Rosan muncul setelah Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan bahwa Danantara telah membeli sebagian saham aplikator ojek online (ojol), meski tidak merincinya lebih lanjut.
  • Alam Sutera Realty ($ASRI) mencatat marketing sales ~Rp341 M pada 1Q26 (-54% YoY, +1% QoQ), setara 12% target 2026 di level Rp2,8 T. Segmen residensial berkontribusi sebanyak 80% dari marketing sales 1Q26, sementara sisanya berasal dari segmen komersial.
  • Lippo Karawaci ($LPKR) berencana menjual area di dalam bangunan yang terletak di Millenium Village Hillcrest House Tower, Tangerang, dengan luas kotor (gross area) 1.408,38 meter persegi kepada Siloam International Hospitals ($SILO). Kedua pihak menyepakati nilai rencana transaksi ini sebesar ~Rp33,8 M. Tanggal penyelesaian rencana transaksi ini akan disepakati kemudian oleh LPKR dan SILO setelah kewajiban yang disepakati sebelumnya oleh para pihak telah terpenuhi, salah satunya adalah diterimanya opini kewajaran (fairness opinion) oleh pembeli atas rencana transaksi.
  • Pinago Utama ($PNGO) mengumumkan bahwa AEP Nusantara Holdings Ltd., perusahaan asal Hong Kong, akan menjadi pengendali baru perseroan setelah mengakuisisi 98,26% saham PNGO. Akuisisi tersebut dilakukan melalui 2 perjanjian pembelian saham yang ditandatangani pada 4 Mei 2026, yakni 75,5% saham dari para pemegang saham perseroan dan 22,76% saham dari Wilson Sutantio. PNGO tidak merinci nilai transaksi dalam keterbukaan informasi ini. Sebelum transaksi ini, AEP Nusantara Holdings tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PNGO. Setelah transaksi ini rampung, AEP Nusantara Holdings akan melaksanakan penawaran tender wajib.
  • Exploitasi Energi Indonesia ($CNKO) melalui anak usahanya, PT Energi Batubara Indonesia, melepas seluruh kepemilikan di PT Sekti Rahayu Indah senilai Rp50 M. CNKO menjelaskan bahwa divestasi ini ditujukan agar perseroan dapat fokus pada bidang perdagangan batu bara, sementara dana yang diperoleh dapat mendukung pengembangan kegiatan usaha. CNKO tidak merinci bidang usaha PT Sekti Rahayu Indah dalam keterbukaan informasi ini.

Cutloss: Disiplin Atau Salah Analisa?

“Saham bagus turun sedikit langsung cut loss. Saham jelek nyangkut dalam tiba-tiba jadi “investor jangka panjang”. Ini bukan strategi. Ini denial.” — Rudyasiong

Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini

Banyak investor menganggap cut loss cepat sebagai bentuk disiplin, padahal dalam konteks saham blue chip hal tersebut sering kali justru mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap fundamental yang dibeli. Dalam tulisannya, Stockbitor Rudyasiong menekankan bahwa selama bisnis dan prospek perusahaan tidak berubah, penurunan harga belum tentu menjadi alasan untuk keluar, melainkan bisa menjadi peluang. Kesalahan umum terjadi ketika investor cepat menjual saham bagus saat turun, namun justru bertahan di saham buruk karena berharap balik. Oleh karena itu, cut loss seharusnya digunakan saat fundamental benar-benar berubah, bukan sekadar reaksi terhadap fluktuasi harga. Di sisi lain, memahami kondisi makro seperti arus dana global, suku bunga, dan likuiditas jauh lebih penting daripada terjebak narasi sederhana. Kunci utamanya adalah memiliki rencana, menjaga disiplin, dan siap menghadapi berbagai skenario, bukan sekadar bereaksi terhadap pergerakan pasar jangka pendek. Baca selengkapnya di sini!

Copyright 2026 Stockbit, all rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit dan/atau telah mendaftar melalui website Stockbit/Stockbit Snips.

Disclaimer:

Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.

Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.

Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.

Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Want to change how you receive these emails?
Unsubscribe here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

๐Ÿง BBRI 5M25: Laba Bersih Bank Only -15% YoY

IHSG naik +0,44%, NCKL Tambah Kepemilikan di Smelter HPAL Senilai Rp4,2 T. Kompilasi berita untuk NusantaraBitcoin hari ini.     ๐Ÿง BBRI 5M25: Laba Bersih Bank Only -15% YoY Photo by: Stockbit Snips Daily Market Performance ๐Ÿš€ IHSG Foreign Flow  Kurs USD/IDR Gold 6.928 +0,44% -Rp359 miliar 16.238 +0,20% 3.298 +0,33% Oil Coal CPO Nickel 66,7 -0,04% 110,0 +0,92% 3.987 -0,60% 15.245 -0,24% ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Bank Rakyat Indonesia ( $BBRI ) mencatatkan laba bersih bank only sebesar 3,6 triliun rupiah pada Mei 2025 ( -11% YoY , -7% MoM ). Hasil ini membuat laba bersih bank only selama 5M25 menjadi 18,6 triliun rupiah ( -15% YoY ), relatif lebih rendah dibandingkan ekspektasi konsensus yang memperkirakan laba bersih konsolidasi 2025F turun -3% YoY. Tren NII Membaik Net Interest Income ( NII ) turun tipis -1% YoY selama 5M25 . Hasil ini membaik dibandingkan re...

๐ŸŒŠCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi

Simak prospek dan risiko CLEO ke depan di tengah potensi pertumbuhan AMDK yang besar di sini! ๐ŸŒŠCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi Photo by: Stockbit ๐Ÿ‘‹ Stockbitor! Sekilas Industri AMDK di Indonesia Industri air minum dalam kemasan ( AMDK ) di Indonesia merupakan salah satu industri yang pasarnya sangat terfragmentasi . Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 1.032 perusahaan AMDK di Indonesia dengan 7.780 produk terdaftar . Sementara itu, Asosiasi Perusahaan AMDK Indonesia (Aspadin) mencatat bahwa ada 700 perusahaan AMDK di Indonesia yang menjadi anggota asosiasi tersebut, dengan 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM).   Dengan persaingan yang sangat ketat dan karakteristik produk AMDK yang cenderung homogen , peningkatan ketersediaan produk ( product availability ) melalui perluasan jaringan distribusi menjadi kunci pertumbuhan dalam industri ini. Salah satu emiten AMDK yang get...

☕Tentang Investasi Zero-Sum hingga Metode Paling Efektif dalam Trading

Simak ulasan Voice of Community Stockbit Stream Pekan Ini! 5 Juli 2025 Voice of Community Halo Stockbitor! ๐Ÿ‘‹ Di Sabtu pagi yang cerah ini ☕, Stockbit merangkum pandangan dan opini dari teman-teman komunitas di Stockbit Stream seputar rencana investasi, tips & trik, kondisi pasar, hingga tren yang sedang ramai diperbincangkan untuk menemani weekend kamu. Yuk simak selengkapnya pada ulasan berikut! ๐Ÿ’กIdea from Community @Fadhilonn Ketika Investasimu Ternyata Zero-Sum: Aset Produktif vs Non-Produktif Di dunia investasi, gak semua aset diciptakan sama. Ada yang produktif, mencetak laba meski kamu diam, dan ada juga yang hanya untung kalau ada orang lain beli lebih mahal. Banyak yang terjebak euforia harga naik tanpa paham nilai sebenarnya....