๐ Kementerian ESDM Akan Naikkan Royalti untuk Sejumlah Komoditas Mineral
Daily Market Performance ๐
IHSG |
Foreign Flow* |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 6.969,4 -2,86% | -Rp485,0 miliar | 17.373 +0,18% | 4.728 +0,37% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 100,4 +0,38% | 135,2+0,30% | 4.498 -0,95% | 19.143 -0,29% |
*Hanya mencakup regular market.
๐ Stockbitor!
Kementerian ESDM pada Jumat (8/5) menggelar public hearing terkait perubahan tarif royalti untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, hingga perak. Perubahan tarif royalti tersebut umumnya terkait perubahan interval harga mineral acuan dan kenaikan tarif (lihat tabel di bawah). Kementerian ESDM berencana untuk segera mengajukan rencana kenaikan tarif royalti ini kepada Presiden Prabowo Subianto, dengan target mulai berlaku per Juni 2026 (tidak berlaku surut).
Rentang tarif royalti dengan perubahan terbesar adalah timah, dari berkisar 3–10% menjadi 5–20%. Sementara itu, konsentrat tembaga naik dari 7–10% menjadi 9–13%, katoda tembaga dari 4–7% menjadi 7–10%, emas dari 7–16% menjadi 14–20%, perak dari flat 5% menjadi berkisar 5–8%. Tarif royalti untuk nikel tidak berubah di kisaran 14–19%, tetapi interval harga mineral acuannya berubah.
Kementerian ESDM juga akan menyesuaikan klaster komoditas kobalt sebagai produk ikutan dalam nickel matte, yang nantinya akan dikenakan tarif royalti terhadap kandungan logam nikel dan logam kobalt.
Key Takeaway
Secara historis, setiap berita kenaikan tarif selalu diikuti dengan reaksi negatif pasar dalam jangka pendek. Mengacu pada daftar kenaikan royalti di atas dan melihat harga komoditas saat ini, timah merupakan komoditas dengan proposal kenaikan royalti tertinggi — yakni, sebesar +10% dibandingkan tarif sebelumnya — disusul emas dan tembaga masing–masing sebesar +3%, perak sebesar +2%, dan bijih nikel sebesar +1%. Oleh karena itu, Timah ($TINS) menjadi emiten yang paling terdampak dengan kebijakan royalti baru ini, sedangkan efek ke emiten nikel yang paling minimum, terutama emiten nikel dengan bisnis yang terdiversifikasi seperti Aneka Tambang ($ANTM).
Namun, perlu dicatat bahwa selain kenaikan royalti, sektor minerba — khususnya nikel dan batu bara — masih akan dibayangi oleh wacana pemberlakuan bea ekspor dan windfall tax yang saat ini sedang didiskusikan oleh Kementerian Keuangan. Oleh karena itu, kami menilai bahwa pergerakan sektor minerba secara keseluruhan masih akan volatil dalam jangka pendek.
๐ฐ Pacific Universal Investments Akuisisi 51% MAPI, Tender Wajib di Rp1.550/Saham
- $MAPI: Mitra Adiperkasa mengumumkan bahwa Pacific Universal Investments Pte. Ltd., perusahaan asal Singapura, telah merampungkan akuisisi 51% saham perseroan dari PT Satya Mulia Gema Gemilang dengan harga rata–rata Rp1.395/saham atau senilai total ~Rp11,8 T. Pacific Universal Investments berencana untuk mengembangkan usaha grup MAPI di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Setelah akuisisi tersebut, Pacific Universal Investments bekerja sama dengan CVC akan menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd. untuk melaksanakan penawaran tender wajib dengan harga Rp1.550/saham, lebih tinggi sekitar +22% dibandingkan harga rata–rata tertinggi saham MAPI dalam 90 hari terakhir sampai dengan 7 Mei 2026. Samudra (Investment) dan Ocean Continuum sendiri dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh Pacific Universal Investments, sementara 49% sisanya dimiliki oleh dana kelolaan CVC Capital Partners plc. Pacific Universal Investments memiliki hubungan afiliasi dengan MAPI, di mana Sean Gustav Standish Hughes dan Zoee Ho Ziwei — yang masing–masing menjabat sebagai direktur dan komisaris di MAPI — menjabat sebagai direktur di Pacific Universal Investments.
- $BIPI: Manajemen Astrindo Nusantara Infrastruktur mengatakan dalam acara Closed Door Meeting bersama Stockbit pada Rabu (6/5) bahwa perseroan dalam 3 tahun ke depan mengekspektasikan ~50% pendapatan bersumber dari segmen non–batu bara. Segmen non–batu bara yang menjadi fokus BIPI saat ini antara lain: 1) mini–LNG plant; 2) geotermal; dan 3) waste–to–energy (WTE). ️Manajemen memperkirakan kebutuhan capex untuk proyek–proyek non–batu bara tersebut mencapai US$5 miliar dalam 3–4 tahun ke depan, dengan porsi terbesar ditujukan untuk proyek geotermal. Total capex tersebut dapat berasal dari utang dan equity, termasuk kerja sama dengan partner. Manajemen membuka peluang untuk menggandeng mitra untuk mengerjakan proyek–proyek tersebut. Selain grup Bakrie, manajemen mengindikasikan akan ada potensi pengumuman kerja sama dengan grup lain yang bergerak di sektor yang sama. Opsi pendanaan yang lain yang dipertimbangkan adalah rights issue, namun detail waktu dan besarannya belum diumumkan. Divestasi aset tambang batu bara juga menjadi opsi pembiayaan, hanya jika perseroan mendapatkan penawaran harga di atas nilai buku. Simak poin–poin penting pemaparan manajemen BIPI dalam Closed Door Meeting di sini.
- $ARCI: Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra, mengatakan dalam paparan publik pada Kamis (7/5) bahwa pihaknya menargetkan pertumbuhan produksi emas setidaknya +15% YoY pada 2026, mengimplikasikan volume produksi sekitar 140 koz (vs. realisasi 2025: 122 koz). Manajemen ARCI mengasumsikan harga emas akan stabil di kisaran US$4.700–5.000/oz sebagai acuan internal, sementara pertumbuhan produksi dinilai dapat berfungsi sebagai buffer jika harga emas sewaktu–waktu terkoreksi. Saat ini, ARCI juga sedang menyiapkan 2 proyek: 1) peningkatan kapasitas pabrik pengolahan emas dari 4 juta menjadi 6 juta ton per tahun yang konstruksinya dimulai pada 1H26; dan 2) pengembangan tambang bawah tanah baru di pit Marawuwung. Sementara itu, Katadata melaporkan bahwa ARCI menargetkan wilayah kerja panas bumi Toka Tindung akan mulai beroperasi secara komersial pada 2029, melalui joint venture PT Toka Tindung Geothermal di mana ARCI memiliki 5% saham.
- $SIDO: Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul dalam earnings call 1Q26 pada Jumat (8/5) merevisi turun guidance pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing–masing menjadi flat secara tahunan, dibandingkan guidance sebelumnya yang mengincar pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar +5–8% YoY. Revisi turun guidance diambil seiring normalisasi inventory yang berlangsung sejak awal 2026 — yang menekan angka sell–in secara signifikan pada 1Q26 — ditambah volatilitas eksternal berupa pelemahan rupiah serta kenaikan harga minyak yang meningkatkan tekanan biaya kemasan. Manajemen SIDO menegaskan bahwa pelemahan di sisi sell–in tidak mencerminkan penurunan permintaan konsumen, dengan sell–out pada periode Januari–April 2026 tercatat flat dan market share Tolak Angin bertahan di level ~72%. Manajemen tidak berencana melakukan kenaikan harga jual secara broad–based dan mengutamakan affordability dan volume. Untuk memitigasi tekanan biaya, manajemen telah mengamankan kontrak harga untuk sejumlah bahan baku dan kemasan hingga Desember 2026.
- $ENRG: ️Energi Mega Persada mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa pengendali dan afiliasi dari pengendali akan menjadi pembeli siaga dalam rencana rights issue, dengan rincian lebih lanjut akan disampaikan dalam prospektus pada saat pernyataan pendaftaran ke OJK. Sebelumnya, ENRG mengumumkan akan menggelar rights issue dengan menerbitkan hingga 13,5 miliar saham baru yang memiliki efek dilusi hingga 33,88%. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan, sementara perolehan dana ditujukan untuk kebutuhan capex dan modal kerja.
- $TPIA: ️Chandra Asri Pacific melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali, mengumumkan bahwa progres pembangunan pabrik chlor alkali dan ethylene dichloride (CA–EDC) telah mencapai 66%. Pengembangan proyek akan memasuki tahap infrastruktur logistik, mencakup pembangunan jetty dan tangki penyimpanan. Pada tahap awal operasional, pabrik CA–EDC ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton EDC per tahun. Dalam jangka panjang, TPIA memperkirakan produksi soda kaustik dari pabrik CA–EDC ini berpotensi menggantikan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai US$293 juta atau Rp4,9 T, sementara produksi EDC akan diarahkan untuk pasar ekspor dengan perkiraan potensi devisa hingga US$300 juta atau Rp5 T.
- $MTEL: Dayamitra Telekomunikasi berencana untuk menggabungkan 2 anak usahanya — yakni, PT Persada Sokka Tama dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi — ke dalam perseroan, menurut prospektus yang dirilis di koran Kontan pada Jumat (8/5). PT Persada Sokka Tama dan PT Ultra Mandiri Telekomunikasi merupakan anak usaha yang seluruhnya dimiliki oleh MTEL, di mana penggabungan usaha ini ditujukan untuk menyederhanakan struktur perusahaan. MTEL mengatakan bahwa penggabungan usaha ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mendukung kinerja keuangan perseroan, tanpa perubahan pada bisnis inti. Penggabungan ini ditargetkan berlaku pada 1 Juli 2026, tergantung persetujuan pemegang saham pada 30 Juni 2026.
- $TAMA: ️Lancartama Sejati mengumumkan bahwa PT Dana Berguna Sejahtera berencana mengakuisisi 50,33% saham perseroan dari pengendali existing, PT Lancartama Tirta Anggara. Nilai dan waktu penyelesaian transaksi belum diumumkan. Setelah rencana transaksi ini rampung, PT Dana Berguna Sejahtera akan menjadi pengendali baru TAMA dan akan melaksanakan penawaran tender wajib.
- $CYBR️: ITSEC Asia mengumumkan update jadwal pelaksanaan stock split dengan rasio 1:2, di mana jadwal awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan negosiasi kini menjadi 13 Mei 2026, dibandingkan jadwal sebelumnya pada 26 Mei 2026. Rencana ini telah disetujui dalam RUPSLB pada 16 April 2026.
๐ Insider Transactions
Top Gainer ๐ฅ
$MAPI |
$MAPA |
$ISAT |
$KLBF |
| +12,36% | +5,60% | +4,19% | +2,22% |
Top Loser ๐ค
$DSSA |
$TINS |
$INDY |
$INCO |
| -14,94% | -14,88% | -14,82% | -13,89% |
๐ฅ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- ️Bloomberg melaporkan bahwa AS melancarkan serangan terhadap militer Iran setelah Iran menembaki 3 kapal angkatan laut AS yang melintas di Selat Hormuz. Eskalasi tersebut mengancam gencatan senjata antara kedua pihak dan berpotensi kembali memicu konflik, meski AS–Iran masih menyatakan tengah membahas upaya untuk mengakhiri perang. Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan 2 kapal di Selat Hormuz dan menyerang daerah sipil. Presiden Donald Trump menggambarkan serangan tersebut sebagai “peringatan ringan,” sembari menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih tetap berlaku.
- ️Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pada Kamis (7/5) bahwa Bank Indonesia memiliki cadangan devisa yang cukup untuk melakukan intervensi besar guna menstabilkan rupiah. Intervensi akan dilakukan tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar offshore selama 24 jam penuh. Rupiah sebelumnya sempat menyentuh rekor terendah baru pada Selasa (5/5) ke level 17.443 per dolar AS, dipicu oleh meningkatnya tensi di Timur Tengah, ekspektasi suku bunga The Fed yang tinggi, serta arus keluar investor global dari pasar negara berkembang. Selain itu, banyak perusahaan melakukan pembayaran utang dalam mata uang asing selama periode April–Mei 2026, yang turut menekan nilai tukar rupiah.
- Bank Indonesia mencatat bahwa cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 turun ke level US$146,2 miliar (vs. Maret 2026: US$148,2 miliar), terendah sejak Juli 2024 dan melanjutkan penurunan dalam 4 bulan beruntun, ditekan oleh kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah. Posisi cadangan devisa pada akhir April 2026 setara pembiayaan 5,8 bulan impor atau 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
- ️Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Kamis (7/5) bahwa dana stabilisasi obligasi yang direncanakan pemerintah ditujukan sebagai instrumen mitigasi untuk menstabilkan pasar obligasi setiap kali terjadi tekanan capital outflow. Purbaya menambahkan bahwa sumber dana dan mekanisme penerapan dana stabilisasi obligasi masih dalam pembahasan. Purbaya menjelaskan bahwa pasar obligasi Indonesia mengalami tekanan outflow pada tahun ini, yang kemungkinan berkontribusi pada ketidakstabilan rupiah. Sebelumnya, Purbaya menyebut bahwa dana stabilisasi obligasi yang akan membantu meredam volatilitas yield, di mana dana tersebut akan dikelola di bawah Kementerian Keuangan.
- ️Bank Indonesia mencatat pertumbuhan uang primer (M0) adjusted pada April 2026 mencapai +14,3% YoY menjadi Rp2.232,2 T (vs. Maret 2026: +16,8% YoY). Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar +21,6% YoY dan uang kartal yang diedarkan sebesar +14,6% YoY. Berdasarkan faktor yang memengaruhinya, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).
- Survei harga properti residensial dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer melambat ke level +0,62% YoY pada 1Q26 (vs. 1Q25: +1,07% YoY, 4Q25: +0,83% YoY). Sementara itu, penjualan properti residensial di pasar primer pada 1Q26 terkontraksi -25,67% YoY (vs. 1Q25: +0,73% YoY, 4Q25: +7,83% YoY), ditekan oleh kontraksi penjualan rumah tipe kecil (-45,59% YoY) dan tipe besar (-8,03% YoY), sementara rumah tipe menengah masih tumbuh +8,28% YoY.
- Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, mengatakan bahwa alokasi gas industri tertentu (AGIT) untuk wilayah Jawa bagian barat pada April 2026 hanya mencapai 37,5%, terendah sejak kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) diberlakukan pada 2021. Harga gas yang harus ditanggung industri keramik kini berkisar US$11,5–12/MMBTU, melonjak lebih dari +60% dibandingkan HGBT di US$7/MMBTU. Edy menjelaskan bahwa tekanan bagi produsen semakin berat karena transaksi gas masih menggunakan dolar AS di tengah pelemahan rupiah, sehingga membuat biaya produksi meningkat lebih tinggi. Untuk itu, Asaki meminta pemerintah — khususnya Kementerian ESDM, SKK Migas, dan Perusahaan Gas Negara ($PGAS) — untuk segera mengambil langkah konkret guna menjamin pasokan gas agar industri tidak kolaps dan terhindar dari potensi pemutusan hubungan kerja (PHK). Asaki juga mendorong penerapan kebijakan domestic market obligation (DMO) gas bagi sektor manufaktur dan mengusulkan agar pembayaran gas dilakukan dalam rupiah guna menekan risiko fluktuasi nilai tukar.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Kamis (7/5) bahwa insentif pembebasan pajak untuk transaksi merger, akuisisi, dan restrukturisasi BUMN akan berlaku hingga 2029 guna mempercepat agenda konsolidasi BUMN yang saat ini tengah berjalan. Pernyataan Purbaya muncul setelah COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pada Kamis (7/5) bahwa Purbaya telah menyetujui pembebasan pungutan pajak transaksi aksi korporasi BUMN yang berkaitan dengan transaksi perampingan (streamlining) BUMN. Purbaya menekankan bahwa pembebasan pajak ini hanya berlaku untuk transaksi yang berkaitan dengan merger dan akuisisi, sementara kewajiban pajak atas penghasilan perusahaan tetap berjalan normal. Setelah 2029, seluruh transaksi merger dan akuisisi BUMN akan kembali dikenakan skema pajak normal.
- Bloomberg melaporkan bahwa PT Freeport Indonesia memperkirakan pengaktifan kembali tambang tembaga Grasberg secara penuh baru akan dimulai pada awal 2028. Tambang Grasberg sendiri saat ini hanya berproduksi sekitar 40–50% dari kapasitasnya. Pada bulan lalu, Freeport–McMoRan (NYSE: FCX) mengumumkan bahwa pemulihan tambang Grasberg akan lebih lambat dibandingkan ekspektasi sebelumnya, dengan ekspektasi pemulihan secara penuh pada akhir 2027.
- ️Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan pada Kamis (7/5) bahwa pemerintah akan membatasi akses e–commerce bagi anak berusia di bawah 16 tahun, jika mereka dianggap berisiko tinggi. Meutya menjelaskan bahwa kebijakan ini ditujukan untuk melindungi anak–anak di ruang digital yang rentan terhadap penipuan dan skema monetisasi. Pernyataan Meutya muncul setelah sejumlah media nasional melaporkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan larangan e–commerce untuk anak di bawah 16 tahun, dengan alasan kerentanan anak–anak terhadap penipuan di platform tersebut.
⚔️ Indikator Teknikal yang Paling Sering Dipakai Trader
“Prinsip Penting: Price action tetap nomor 1. Indikator hanya membantu membaca momentum, trend, dan kekuatan market.” — dwiyogapratama8
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Indikator merupakan alat yang berguna untuk membantu kita dalam trading. Setiap trader pun akan memiliki indikator-indikator favorit atau andalan mereka untuk ditampilkan di chart masing-masing. Untuk trader pemula, Stockbitor dwiyogapratama8, atau juga dikenal dengan nama Insinyur Saham, menyederhanakan penggunaan indikator dengan menjelaskan indikator yang paling sering digunakan oleh trader secara umum. Selain itu, dia juga memaparkan fungsi dan cara penggunaan beberapa indikator untuk trader berpengalaman di tingkat intermediate maupun advanced. Untuk trader pemula, indikator yang paling umum digunakan termasuk Moving Average, Volume, Support, dan Resistance. Semakin banyak pengalaman kita dengan trading, semakin kita dapat mempelajari indikator-indikator lainnya dan menggunakannya di chart kita sendiri. Ingin tahu lebih banyak tentang macam-macam indikator? Baca selengkapnya di sini!
Sekilas tentang dwiyogapratama8
Stockbitor dwiyogapratama8 atau juga dengan nama Insinyur Saham adalah seorang Stockbitor yang sudah aktif posting di Stream sejak 2024. Beliau bekerja di bidang teknik sipil, dan sering membagi konten edukatif di Stream mengenai basic-basic analisa fundamental dan teknikal secara mendalam namun ringkas. Selain itu, beliau juga tidak jarang posting commentary pada berita dunia dan juga sering memberikan saran dan kritik pada tips-tips investment trending yang mungkin tidak berbasis fakta atau teori yang jelas.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IHSG
Foreign Flow*
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$MAPI
$MAPA
$ISAT
$KLBF
$DSSA
$TINS
$INDY
$INCO
Komentar
Posting Komentar