
π Timah: Polri Tangkap Penyelundupan Rp22 T; Outlook 2026

Daily Market Performance π
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.322,2 +0,50% | +Rp2,74 triliun | 16.785 -0,23% | 5.206 +0,57% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 70,9 +0,45% | 118,0 -1,17% | 4.059 +0,15% | 17.909 +3,62% |
π Stockbitor!
Bloomberg Technoz melaporkan bahwa Bareskrim Polri telah menangkap 11 tersangka dugaan tindak pidana penambangan dan penyelundupan timah ilegal dari Bangka Belitung ke Malaysia. Direktur Tindak Pidana Tertentu Polri, Mohammad Irhamni, mengatakan bahwa para tersangka diduga menyelundupkan 120.000 ton timah ilegal per tahun ke Malaysia, dengan perkiraan nilai total seluruh timah tersebut mencapai Rp22 T.
Penangkapan para tersangka tersebut melanjutkan pengawasan sektor timah yang dilakukan oleh pemerintah sejak tahun lalu, di mana Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2025 memerintahkan pihak berwenang untuk menutup jalur penyelundupan timah yang ditambang secara ilegal dari 1.000 lokasi penambangan di Bangka Belitung. Hal ini ditindaklanjuti oleh Timah ($TINS) yang memperbolehkan penambang rakyat untuk menambang di wilayah IUP perseroan, asalkan hasilnya dijual ke TINS dengan harga Rp300/kg untuk kadar Sn 70%.
Ekspektasi pengetatan pasokan dari penindakan tambang ilegal di Indonesia telah mendorong harga timah di LME melonjak ke level US$50.003/ton per 25 Februari 2026, naik +9,5% WoW dan +24% YTD. Sebagai konteks, Indonesia merupakan negara dengan surplus perdagangan timah terbesar di dunia pada 2024 yakni sebesar US$1,4 miliar, sehingga gangguan produksi di Indonesia berdampak signifikan terhadap keseimbangan supply–demand global.
Di level korporasi, TINS mencatat produksi logam sebesar 10.855 ton Sn selama 9M25 (-25% YoY), baru memenuhi 50% target RKAP 2025 di level 21.500 ton Sn. Penurunan ini disebabkan oleh kegagalan pembukaan 3 tambang baru — yakni, Laut Rias, Briga, Oliver — akibat penolakan masyarakat dan keterlambatan perpanjangan IUP hingga Juni 2025. Meski demikian, TINS telah menerima aset rampasan korupsi sekitar Rp1,45 T dari pemerintah pada Oktober 2025, yang mencakup 6 smelter, ~681.000 kg logam timah, dan 22 bidang tanah seluas 238.848 meter persegi. Dari sisi pendanaan, Managing Director Danantara, Febriany Eddy, memastikan tidak ada injeksi modal jangka pendek kepada TINS, sehingga TINS bergantung pada restrukturisasi internal atau memperoleh dukungan pendanaan dari MIND ID untuk membiayai program hilirisasi.
Untuk 2026, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Timah Indonesia, Harwendro Adityo Dewanto, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan kuota produksi timah Indonesia dalam RKAB 2026 akan berada di kisaran 60.000 ton, naik +13,2% YoY dari RKAB 2025 di level 53.000 ton. Harwendro menambahkan bahwa proses persetujuan kuota saat ini masih berlangsung. TINS sendiri menetapkan target RKAP 2026 sebesar 30.000 ton Sn, naik +39,5% YoY dibandingkan RKAP 2025, dengan opsi revisi ke atas jika realisasi produksi pada 1H26 menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Key Takeaway
Meski ditopang oleh struktur supply–demand yang solid dalam jangka panjang, investor juga perlu mewaspadai pergerakan harga timah global yang dapat terdorong oleh euforia logam dan gelombang spekulasi AI. Timah kini menjadi instrumen spekulasi tidak langsung dalam narasi perkembangan AI, seiring perannya sebagai bahan solder esensial di perangkat elektronik dan data center. Fenomena ini terlihat di Shanghai, di mana volume perdagangan sempat meledak hingga 1 juta ton dalam sehari pada akhir Januari 2026 — lebih dari 2x kebutuhan fisik global secara tahunan — sebelum otoritas mengintervensi dengan peringatan keras dan pembatasan trading frekuensi tinggi. Terlepas dari volatilitas tersebut, konsensus Bloomberg per Rabu (25/2) memproyeksikan harga timah forward 3 bulan di LME akan berada di kisaran US$49.950/ton pada 2026 dan US$50.416/ton pada 2027. Tren kenaikan harga timah serta penertiban industri dalam negeri telah memberikan sentimen positif bagi TINS, di mana harga saham TINS telah menguat +332% dalam 6 bulan terakhir ke level Rp4.340 per 25 Februari 2026.
π° PT Bakrie Capital Indonesia Borong 6% Saham BIPI
- $BIPI: PT Bakrie Capital Indonesia membeli ~3,8 miliar saham Astrindo Nusantara Infrastruktur dengan harga rata–rata Rp248/saham atau senilai total ~Rp948 M pada 24 Februari 2026. Setelah transaksi ini, kepemilikan langsung Bakrie Capital Indonesia di BIPI naik dari tidak ada menjadi 6%.
- $BRMS: Bumi Resources Minerals mengatakan dalam klarifikasi kepada BEI bahwa anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, masih beroperasi normal seperti biasa di Poboya, Palu. Klarifikasi BRMS muncul setelah Katadata pada awal pekan ini melaporkan bahwa PT Citra Palu Minerals termasuk dalam 36 perusahaan tambang yang harus menghentikan operasionalnya karena persetujuan lingkungan perusahaan dibekukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup akibat tidak memiliki izin membuang air limbah. BRMS juga menyebut bahwa baik perseroan maupun PT Citra Palu Minerals tidak pernah menerima surat dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan berita Katadata tersebut.
- $INET: Sinergi Inti Andalan Prima mengumumkan telah mengakuisisi 60% saham PT Trans Hybrid Communication dari pihak non–afiliasi senilai Rp160 M. PT Trans Hybrid Communication sendiri merupakan perusahaan infrastruktur fiber optik yang memiliki jaringan backbone, fiber–to–the–home (FTTH), dan jaringan network access provider (NAP) ke luar negeri. INET menjelaskan bahwa akuisisi ini memungkinkan perseroan untuk mempercepat pembangunan aset–aset FTTH guna melayani pelanggan, serta memperluas portofolio aset untuk layanan pelanggan korporasi.
- $TPIA: Kontan melaporkan bahwa Chandra Asri mencatatkan peningkatan total kapasitas produksi tahunan dari 4,23 juta ton pada 2024 menjadi 17,6 juta ton pada 2025, serta menargetkan kapasitas produksi dapat menembus 21 juta ton pada 2027. Ekspansi kapasitas produksi TPIA utamanya didorong oleh akuisisi Aster Chemicals and Energy di Singapura serta pembangunan pabrik klor–alkali dan etilen diklorida yang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 1Q27.
- $TRIN: Founder Perintis Triniti Properti, Bong Chandra, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan marketing sales dapat mencapai Rp1,82 T selama 2026, tumbuh +56% YoY dari realisasi 2025 di level Rp1,17 T. Chandra juga optimistis perseroan berada pada posisi yang baik untuk mencapai pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan selama periode 2026–2030, didukung oleh percepatan momentum penjualan, progres konstruksi yang terus berjalan, dan eksekusi berkelanjutan atas proyek–proyek inti seperti Collins Boulevard dan Sequoia Hills. TRIN sendiri memproyeksikan marketing sales akan meningkat signifikan menjadi ~Rp6,83 T pada 2030.
- $SUPA: Entitas usaha milik Grab Holdings Limited (Nasdaq: GRAB) sekaligus pemegang saham Super Bank Indonesia, A5–DB Holdings Pte. Ltd., membeli ~253,9 juta saham SUPA dengan harga rata–rata ~Rp1.124/lembar atau senilai total ~Rp285,5 M pada periode 24–25 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung A5–DB Holdings di SUPA naik dari 14,29% menjadi 15,04%.
- $DMAS: Manajemen Puradelta Lestari dalam analyst meeting pada Rabu (25/2) mengatakan bahwa perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp2,08 T selama 2026 (vs. realisasi 2025: Rp1,6 T). Manajemen menyampaikan bahwa target tersebut mempertimbangkan jumlah permintaan yang solid — utamanya dari data center — hingga prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, manajemen menyebut bahwa marketing sales selama 2025 sempat tertekan karena ketidakpastian perekonomian, geopolitik, dan politik nasional.
- $BSDE: Manajemen Bumi Serpong Damai menargetkan marketing sales sebesar Rp10 T selama 2026 (vs. realisasi 2025: Rp10 T). Dari target tersebut, penjualan residensial ditargetkan berkontribusi 50% dari total penjualan, sementara penjualan komersial dan penjualan lahan ke JV masing–masing berkontribusi sebesar 35% dan 15% dari total penjualan. Manajemen mengatakan dalam analyst meeting pada Rabu (25/2) bahwa target tersebut mempertimbangkan faktor uncertainty tetap ada selama 2026, tetapi penjualan dapat didukung diversifikasi produk dari sisi BSDE dan insentif PPN DTP dari pemerintah.
Top Gainer π₯
$INKP | $BUVA | $ELSA | $WIFI |
| +16,50% | +14,88% | +7,69% | +6,45% |
Top Loser π€
$MBMA | $TPIA | $KPIG | $BRMS |
| -3,98% | -3,82% | -3,31% | -2,97% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, pada Selasa (24/2) meminta pemerintah daerah untuk menghentikan penerbitan izin minimarket baru seperti Alfamart ($AMRT) dan Indomaret ($DNET) di wilayah pedesaan, seiring beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih. Meski demikian, Yandri menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup minimarket yang sudah beroperasi.
- Project Director Inpex (TYO: 1605) untuk proyek Abadi, Jarrad Blinco, mengatakan bahwa pihaknya berencana memulai proses tender engineering untuk proyek liquefied natural gas (LNG) Abadi di blok Masela pada pertengahan 2026, seiring janji dari pemerintah untuk menghilangkan hambatan birokrasi guna mempercepat pengembangan proyek bernilai US$21 miliar tersebut. Blinco menambahkan bahwa Inpex telah melakukan pembicaraan awal dengan calon pelanggan, tetapi belum memutuskan pembagian antara pembeli domestik dan internasional. Sementara itu, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan 40% dari produksi proyek Abadi akan dipasok ke pasar domestik.
- Pemerintah AS mengenakan tarif untuk impor panel surya dari Indonesia, India, dan Laos, setelah menentukan bahwa negara–negara tersebut mensubsidi manufakturnya sehingga memungkinkan eksportir untuk menurunkan harga produk lebih rendah dari produsen panel surya AS. Berdasarkan pengumuman dari Kementerian Perdagangan AS, tarif impor untuk panel surya dari Indonesia berkisar 86–143%, sementara India sebesar 126% dan Laos sebesar 81%.
- Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari ($ELPI) mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp395,2 M dari Bank Mandiri ($BMRI). Fasilitas tersebut terdiri dari: 1) fasilitas kredit investasi IX senilai Rp280 M untuk pengadaan 6 unit kapal, yang terdiri dari offshore support vessel/offshore supply barge (OSV/OSB), harbour tug, crew boat, dan pilot boat; serta 2) fasilitas kredit investasi X senilai Rp115,2 M untuk pengadaan 4 unit kapal baru jenis OSV dan/atau crew boat. ELPI menjelaskan bahwa fasilitas kredit investasi IX telah mendapatkan kontrak selama 18 tahun untuk proyek floating liquid natural gas di Teluk Bintuni Papua Barat.
- Petrosea ($PTRO) melalui anak usahanya, PT Petrosindo Sinergi Samudera dan PT Petrosindo Sinergi Alur, menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 55% saham PT Nusantara Arung Samudera dan PT Vista Maritim Asia dari pihak non–afiliasi masing–masing senilai Rp550 juta. PT Nusantara Arung Samudera dan PT Vista Maritim Asia sendiri bergerak di bidang pelayanan kepelabuhanan laut. Kedua transaksi ini ditujukan untuk memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit–to–port guna mendukung ekspansi usaha perseroan.
- Meta Epsi ($MTPS) mengumumkan telah menandatangani kesepakatan dengan Ketrosden Triasmitra ($KETR), di mana MTPS akan menjual aset tanah dan bangunan seluas 4.802 meter persegi di Jakarta Timur senilai Rp92,5 M kepada KETR. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 2 April 2026.
πΉ Sebuah Lingkaran Setan: The AI Bubble
"Pemerintah menghadapi dilema struktural dengan ruang respons sosial yang tertinggal dari kecepatan inovasi teknologi. Menurut saya.... Ini semua dalah bom waktu dan lingkaran setan." — VarelJoanK
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Di zaman sekarang, tentu dua huruf "AI" tidak asing di telinga kita. Pergerakan dan inovasi cepat dalam sektor ini memang meningkatkan kekuatan ekonomi dan produktivitas. Namun, ada satu masalah yang jarang disentuh oleh supporter AI: apakah sektor ini merupakan sebuah bubble? Menurut Stockbitor VarelJoanK, industri AI menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Sebagai substitusi tenaga kognitif manusia, kita mulai melihat AI menggantikan tenaga kerja manusia di berbagai sektor, yang berpotensi melemahkan purchasing power dan konsumsi nasional akibat meningkatnya pengangguran. Ketika perusahaan-perusahaan lebih mementingkan profit dibandingkan ketenagakerjaan, penghasilan dan produktivitas memang akan terlihat bagus. Namun, pertumbuhan upah dapat menurun karena pendapatan tidak lagi berputar kembali secara optimal dalam perekonomian. Penasaran mengapa VarelJoanK menyebut pola ini sebagai sebuah "lingkaran setan"? Baca selengkapnya dalam tulisan berikut ini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$INKP
$BUVA
$ELSA
$WIFI
$MBMA
$TPIA
$KPIG
$BRMS
Komentar
Posting Komentar