
πΈ Laba Bersih Bank Only BMRI (+16% YoY) & BBNI (+3% YoY) Tumbuh di Jan–26
.png)
Daily Market Performance π
IHSG | Foreign Flow | Kurs USD/IDR | Gold |
| 8.280,8 -1,37% | +Rp1,38 triliun | 16.823 +0,17% | 5.192 -0,63% |
Oil | Coal | CPO | Nickel |
| 71,2 +0,17% | 119,4 -0,87% | 4.054 -0,71% | 17.283 -0,39% |
π Stockbitor!
Bank Mandiri ($BMRI) dan Bank Negara Indonesia ($BBNI) telah melaporkan realisasi kinerja bank only periode Januari 2026. Berikut kinerja masing–masing:
- BMRI
BMRI mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp4,7 T (+16% YoY, -37% MoM), setara 8,2% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 1M25: 7,1% realisasi konsolidasi 2025). Pertumbuhan laba bersih utamanya didorong oleh Net Interest Income yang naik +10% YoY — seiring pertumbuhan kredit +16% YoY — serta normalisasi pertumbuhan opex yang hanya naik +5% YoY dan penurunan beban provisi -22% YoY.
Normalisasi kenaikan opex ini sejalan dengan guidance 2026F manajemen yang menargetkan mid–to–low single–digit growth. Dari sisi margin, Net Interest Margin (NIM) turun ke level 4,4%, lebih rendah dibandingkan Januari 2025 dan di bawah guidance 2026F manajemen. NIM yang rendah ini terkompensasi Cost of Credit (CoC) yang lebih baik dibandingkan Januari 2025 maupun guidance 2026F manajemen, sehingga level pertumbuhan laba bersih sejalan dengan level pertumbuhan kredit.
- BBNI
BBNI mencatatkan laba bersih bank only sebesar Rp1,7 T (+3% YoY, -2% MoM), setara 7,7% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 1M25: 8,1% realisasi konsolidasi 2025). Kenaikan laba bersih bank only terbebani oleh biaya provisi yang naik +52% YoY di tengah Pre–Provision Operating Profit (PPOP) yang tumbuh +14% YoY menjadi Rp2,8 T. Pertumbuhan PPOP sendiri didorong baik oleh kenaikan Non–Interest Income (+18% YoY) dan Net Interest Income (+17% YoY) seiring dengan pertumbuhan kredit yang mencapai +19% YoY per Januari 2026. NIM tercatat lebih rendah di level 3,7% (vs. Januari 2025: 3,9%), sejalan dengan guidance 2026F manajemen.
Lonjakan beban provisi pada awal tahun ini melanjutkan tren yang terlihat pada 4Q25, di mana beban provisi konsolidasi naik +67% YoY seiring keputusan manajemen untuk membukukan level provisioning yang prudent. Realisasi provisi pada Januari 2026 membuat CoC berada di level 1,1%, sejalan dengan guidance 2026F manajemen.
.png)
Key Takeaway
Kami mencoba tidak terlalu banyak membaca kinerja yang baru berjalan 1 bulan ini. Meski demikian, hal yang kontras dari kinerja BMRI vs. BBNI sejak 4Q25 hingga awal tahun ini adalah dari aspek provisioning. Di saat BBNI memutuskan prudent provisioning meski kualitas aset relatif membaik, provisioning BMRI turun setelah perseroan melakukan penyesuaian metodologi untuk merefleksikan standar loan underwriting yang sudah lebih ketat. Dari sisi pertumbuhan kredit, keduanya terdorong oleh pinjaman ke PT Agrinas Pangan Nusantara terkait program Koperasi Desa Merah Putih. Sementara itu, dari sisi margin, keduanya mengalami tekanan NIM sesuai dengan proyeksi masing–masing manajemen. Keputusan pemerintah untuk memperpanjang penempatan dana Rp200 T di Himbara selama 6 bulan berpotensi memberikan kelegaan terhadap risiko likuiditas dan tekanan lebih pada margin.
π BJTM: Laba Bersih Bank Only +78% YoY pada Januari 2026
- $BJTM: Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur mencatat laba bersih bank only sebesar Rp112 M pada Januari 2026 (+78% YoY). PPOP naik +33% YoY pada Januari 2026, didukung oleh kenaikan Net Interest Income (+11% YoY) dan penurunan opex (-8% YoY), meski beban provisi naik +6% YoY. Kredit dan pembiayaan pun tumbuh +3% YoY per Januari 2026 (vs. November 2025: +6% YoY). Sebagai catatan, BJTM belum merilis laporan keuangan konsolidasi 2025.
- $SUPA: Entitas usaha milik Grab Holdings Limited (Nasdaq: GRAB) sekaligus pemegang saham Super Bank Indonesia, A5–DB Holdings Pte. Ltd., membeli ~357 juta saham SUPA dengan harga rata–rata ~Rp1.011/lembar atau senilai total ~Rp361 M pada periode 6–23 Februari 2026. Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung A5–DB Holdings di SUPA naik dari 13,23% menjadi 14,29%.
- $BTPS: Bank BTPN Syariah mencatat laba bersih bank only sebesar Rp108 M pada Januari 2026 (-2% YoY, +32% MoM), setara 8% estimasi konsolidasi 2026F konsensus (vs. 1M25: 9% realisasi konsolidasi 2025). Penurunan laba bersih secara tahunan ditekan oleh penurunan PPOP (-15% YoY), meski beban provisi turun -41% YoY. Dari sisi top–line, Net Margin Income turun -5% YoY/-2% MoM pada Januari 2026, meski pembiayaan tumbuh sebesar +3% YoY/+0,1% MoM. Earnings asset yield sendiri melemah menjadi 23,2% pada Januari 2026 (vs. Januari 2025: 26%, Desember 2025: 23,6%), sehingga Net Imbalan turun menjadi 21% (vs. Januari 2025: 23,4%, Desember 2025: 21,5%).
- $LPCK: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan pada Senin (23/2) bahwa groundbreaking proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta akan dilaksanakan pada 8 Maret 2026. Maruarar optimistis proyek rusun subsidi Meikarta akan mendorong kinerja penjualan rusun subsidi, di mana pemerintah menargetkan bakal memasok suplai hingga 141.000 unit hunian vertikal. Sebelumnya, pemerintah mengatakan investasi yang akan dikeluarkan oleh grup Lippo untuk pembangunan rusun subsidi di Meikarta mencapai Rp39 T, antara lain untuk mendukung pembangunan sekitar 54 tower di 3 area berbeda seluas 30 hektare.
- $EMAS: Merdeka Gold Resources mengumumkan bahwa rencana penarikan kembali saham treasuri sebanyak ~1,4 miliar saham atau setara ~8,95% saham perseroan telah disetujui oleh BEI, sehingga jumlah saham perseroan yang tercatat di BEI turun menjadi ~14,7 miliar saham. Aksi korporasi ini sebelumnya telah disetujui para pemegang saham dalam RUPSLB pada 10 Desember 2025.
- $WMUU: Widodo Makmur Unggas berencana menggelar rights issue hingga ~6,1 miliar saham baru, di mana sebagian nilainya akan dipenuhi melalui konversi hak tagih pengendali perseroan, Widodo Makmur Perkasa ($WMPP), sementara sisanya untuk kebutuhan modal kerja. Harga pelaksanaan dan rasio belum diumumkan. WMPP akan ikut berpartisipasi dengan mengonversi hak tagihnya. Rencana ini akan dibahas dalam RUPSLB pada 2 April 2026.
Top Gainer π₯
$TAPG | $BMRI | $MDKA | $WIRG |
| +2,65% | +1,90% | +1,34% | +1,06% |
Top Loser π€
$DEWA | $INET | $IMPC | $BUMI |
| -8,94% | -8,17% | -8,16% | -7,43% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…

- Direktur Jenderal di Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan pada Senin (23/2) bahwa pemerintah dan Bank Indonesia menyepakati pelaksanaan debt switch surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder pada 2026 dengan nilai mencapai Rp173,4 T. Suminto menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut dicapai beberapa hari lalu dan merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengelola pembiayaan negara sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan. Suminto mengatakan bahwa kebijakan ini menjadi salah satu instrumen pengelolaan utang yang ditempuh pemerintah dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global, sembari menambahkan bahwa pelaksanaan pertukaran utang ini tetap mengedepankan integritas dan disiplin pasar agar memastikan tidak terjadi distorsi terhadap mekanisme perdagangan SBN.
- Pjs Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pada Senin (23/2) bahwa pihaknya akan menerbitkan peraturan yang mengatur influencer saham dan promosi instrumen investasi, termasuk kripto. Aturan ini akan memuat sanksi bagi pihak yang menyesatkan investor. Sebagai contoh, influencer yang mengaku sebagai pengguna produk investasi tertentu dan merekomendasikannya, padahal menerima komisi tersembunyi, dapat dikenai sanksi yang didasarkan pada rancangan peraturan baru ini. Pjs Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyebut bahwa peraturan tersebut telah memasuki tahap finalisasi dan ditargetkan rampung pada 1H26.
- Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan Eni (BIT: ENI) akan mencapai final investment decision terkait pengembangan proyek gas Geng North dan Gendalo–Gendang pada Maret 2026. Djoko menyebut bahwa joint venture baru yang dibentuk oleh Eni dan Petronas akan mengelola proyek–proyek tersebut, sembari menambahkan bahwa nilai investasi diperkirakan mencapai US$15 miliar. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan bahwa proyek gas Geng North akan mulai berproduksi pada akhir 2027.
- Istana Kepresidenan mengumumkan bahwa Danantara telah menandatangani perjanjian framework kerja sama dengan perusahaan semikonduktor Arm Ltd. untuk menyediakan pelatihan desain chip bagi 15.000 engineer. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa desain chip tersebut akan berfokus pada intellectual property di 6 sektor strategis, yakni otomotif, internet of things, data center, peralatan rumah tangga, autonomous vehicle, dan quantum computing. Sebelumnya, pemerintah pada Januari 2026 menyebut telah menyiapkan pendanaan awal sebesar US$125 juta untuk membangun kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor dengan Arm Ltd.
- Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pada Senin (23/2) bahwa pemerintah mempertimbangkan untuk mencabut izin lingkungan PT QMB New Energy Materials — joint venture milik GEM dari China — setelah longsor pada zona limbah tambang di pusat pengolahan nikelnya menewaskan 1 pekerja lokal. Kementerian Lingkungan Hidup tengah melakukan evaluasi menyeluruh dan akan segera merumuskan rencana pencabutan izin akibat insiden fatal berulang, di mana perusahaan tersebut juga sempat menghentikan hampir seluruh produksi akibat longsor yang menewaskan 4 pekerja pada Maret 2025. PT QMB New Energy Materials merupakan penyewa di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pusat pengolahan nikel terbesar di Indonesia dengan lebih dari 50 tenant. Hingga kini, GEM dan Tsingshan Holding Group selaku pemegang saham IMIP belum memberikan tanggapan atas insiden tersebut.
π§⚖️ MA US Batalkan Keputusan Tarif Trump, Positif atau Negatif?
"Di tengah putusan MA yang membatalkan tarif Trump, potensi defisit US yang melebar, hingga wacana mata uang BRICS berbasis emas, satu pertanyaan besarnya: apakah ini awal gelombang besar bullish untuk emas?" — yanuard
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Beberapa hari lalu MA US membuat keputusan yang cukup mengejutkan. Mereka memutuskan bahwa tarif yang dikenakan Trump menyalahi konstitusi. Lantas hal ini memicu dinamika baru di pasar global. Dalam tulisannya, yanuard membahas dampak keputusan tersebut terhadap defisit fiskal US, respons Trump dengan tarif baru 10–15%, serta meningkatnya ketidakpastian politik menjelang pemilu Kongres. Ia juga menyoroti potensi pelemahan USD, arah kebijakan The Fed, hingga wacana mata uang BRICS yang dibackup emas. Simak ulasan selengkapnya dalam tulisan berikut ini!
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital ("Stockbit"), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri "@Stockbit.com". Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$TAPG
$BMRI
$MDKA
$WIRG
$DEWA
$INET
$IMPC
$BUMI
Komentar
Posting Komentar