| 8 Oktober 2021 π¬ EXCL dan FREN Bakal Bersatu? Photo by: Stockbit Snips Daily Market Performance π
Bingung arti dari angka-angka ini? Check this out
π Stockbitor! Axiata Group Bhd. dan Grup Sinar Mas dikabarkan tengah menjajaki potensi penggabungan unit usahanya di Indonesia, yakni PT XL Axiata ($EXCL) dan PT Smartfren Telecom ($FREN). Opsi lain juga termasuk kesepakatan mengenai pembagian jaringan telekomunikasi. Dikutip dari Bloomberg, kedua pihak tengah dalam pembahasan dengan penasihatnya terkait hal ini.
Selama ini XL dan Smartfren memang kerap menyatakan keterbukaannya untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain. Saham EXCL dan FREN pun merespon kabar ini dengan menguat +4,53% dan +1% pada perdagangan Jumat (8/10).
Sebagai informasi, XL Axiata adalah operator telekomunikasi terbesar ketiga di Indonesia dengan 56,8 juta pelanggan per Juni 2021. Perusahaan membukukan pendapatan hampir 13 triliun rupiah dan laba bersih 716 miliar rupiah pada periode yang sama, turun -0,8% dan -59% secara tahunan.
Di sisi lain, Smartfren memiliki 27,9 juta pelanggan per akhir 2020. Perusahaan melaporkan rugi bersih sebesar 452 miliar rupiah sepanjang semester-I 2021, membaik dari rugi 1,2 triliun rupiah pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, pendapatan tumbuh +15% yoy mencapai 4,9 triliun rupiah.
Key Takeaway Fenomena ini melanjutkan tren konsolidasi di industri telekomunikasi yang kita lihat akhir-akhir ini. Sebelum diskusi XL dan Smartfren, ISAT dan 3 sudah lebih dahulu merger baru-baru ini dengan transaksi senilai 6 miliar dolar AS.
Kerjasama XL dan Smartfren dapat menguntungkan kedua pihak dengan meningkatkan efisiensi operasional. Apabila terwujud, konsolidasi ini berpotensi mengubah peta kompetisi industri telekomunikasi Indonesia.
Berita Korporasi πΊ Grup EMTK Dapat Hak Siar F1
Musim Laba Q2 2021 π·️ UNTR 8M21 Penjualan alat berat United Tractors ($UNTR) dengan merek Komatsu selama 8 bulan pertama tahun 2021 (8M21) mencapai 1.892 unit atau naik 81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY). Pada bulan Agustus 2021 sendiri penjualannya mencapai 326 unit atau meningkat sebesar 210% (YoY).
Selain itu, volume penjualan emas perusahaan pada bulan agustus mencapai 27 ribu troy ounce, meningkat 23% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY).
Saham Top Gainer Hari Ini π₯ Saham Top Loser Hari Ini π€
Performa Sektor Hari Ini π
Other News Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui...
Stockbitor Spotlight Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini ⌛ PBV Tinggi = Mahal? "Kebanyakan value investor selalu menentukan saham yang ingin dibeli lewat PER dan PBV murah. Mereka biasanya menggunakan PER <10 dan PBV <1 sebagai patokan. Tapi ternyata ada beberapa value investor justru suka dengan saham yang memiliki nilai PBV tinggi loh. Menurut saya, mereka yang punya pandangan seperti ini adalah value investor yang sebenarnya."— Thowilz
Bicara soal value investing pasti tidak lepas dengan yang namanya PER dan PBV. Dua hal ini sering menjadi indikator yang digunakan para value investor dalam menentukan saham yang ingin mereka beli. Semakin kecil PBV nya artinya semakin murah saham emiten tersebut. Namun ternyata thowilz punya pandangan menarik dan cukup berbeda akan hal ini. Penasaran seperti apa? Simak tulisan selengkapnya di sini. Sekilas tentang Thowilz
Share This Snips!
Want More Snips?
Copyright © 2021 Stockbit, All rights reserved. Anda menerima email ini karena terdaftar sebagai akun aktif di Stockbit atau telah daftar melalui website Stockbit Snips. |
Simak prospek dan risiko CLEO ke depan di tengah potensi pertumbuhan AMDK yang besar di sini! πCLEO: Tumbuh & Ekspansi dalam Industri yang Terfragmentasi Photo by: Stockbit π Stockbitor! Sekilas Industri AMDK di Indonesia Industri air minum dalam kemasan ( AMDK ) di Indonesia merupakan salah satu industri yang pasarnya sangat terfragmentasi . Menurut data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terdapat 1.032 perusahaan AMDK di Indonesia dengan 7.780 produk terdaftar . Sementara itu, Asosiasi Perusahaan AMDK Indonesia (Aspadin) mencatat bahwa ada 700 perusahaan AMDK di Indonesia yang menjadi anggota asosiasi tersebut, dengan 85% di antaranya merupakan industri kecil dan menengah (IKM). Dengan persaingan yang sangat ketat dan karakteristik produk AMDK yang cenderung homogen , peningkatan ketersediaan produk ( product availability ) melalui perluasan jaringan distribusi menjadi kunci pertumbuhan dalam industri ini. Salah satu emiten AMDK yang get...
Komentar
Posting Komentar