| SEPT 28 |
Senin · 20:00 WIB · Stockbit Class
Stockbit Class with Handi Erawan
|
|
|
|
|
| Oct 12 |
Senin · 20:00 WIB · Stockbit Class
Stockbit Class : Technical Session on Desktop
|
|
|
|
|
IHSG Masih Sulit untuk Rally
|
IHSG masih berada dalam fase yang menantang untuk rally, dengan tekanan utama berasal dari arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, serta ketidakpastian global dan domestik. Pada 21 September 2026, IHSG turun 0,88% ke 6.384,73 dengan net sell asing Rp503,12 miliar, sementara secara YTD net foreign sell telah mencapai Rp99,55 triliun. Dari sisi global, kebijakan The Fed yang hawkish, kenaikan suku bunga Bank of Japan, serta tingginya harga minyak akibat konflik Timur Tengah mendorong investor melakukan reallokasi dana ke aset berdenominasi dolar dan berpotensi menekan emerging market, termasuk Indonesia. Kenaikan status Vietnam menjadi emerging market juga berpotensi mendorong sebagian alokasi dana asing ke Vietnam. Di dalam negeri, pelemahan rupiah, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan prediktabilitas kebijakan, serta risiko reklasifikasi Indonesia oleh MSCI dari emerging ke frontier market menjadi sentimen tambahan yang perlu diperhatikan. Ke depan, pasar akan mencermati keputusan dan kebijakan BI dalam menjaga stabilitas rupiah, perkembangan harga minyak dan konflik Timur Tengah, arah kebijakan The Fed dan BOJ, serta kemajuan reformasi pasar menjelang MSCI Index Review November 2026. Selama faktor-faktor tersebut belum menunjukkan perbaikan yang meyakinkan, IHSG masih berpotensi berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif tinggi. Selengkapnya, simak pembahasan dari klinikporto disini!
|
|
|
|
Breakout vs False Breakout: Cara Membedakannya
|
Breakout yang meyakinkan perlu dilihat dari 4 hal: resistance yang benar-benar tertembus, volume yang ikut naik saat breakout terjadi, candle yang closing di atas resistance (bukan sekadar sempat menyentuh), dan fase retest di mana resistance lama berubah jadi support serta harga kembali memantul dari titik tersebut. Dari sisi eksekusi, ada 3 pendekatan yang dibahas: breakout entry yaitu masuk begitu breakout sudah terkonfirmasi meski berisiko dapat harga lebih tinggi, buy on retest yaitu menunggu harga kembali menguji area breakout untuk entry yang lebih terukur meski ada risiko retest tidak terjadi, dan breakout dengan konfirmasi volume yang fokus mengurangi risiko false breakout. Ditekankan juga bahwa false breakout adalah risiko nyata—harga bisa tembus resistance, trader masuk, lalu harga kembali turun ke bawah resistance tersebut. Karena itu, sebelum entry trader disarankan sudah menetapkan empat hal sekaligus: titik entry, target, stop loss, dan risk per trade. Dwiyogapratama8 menutup dengan menegaskan bahwa breakout bukan jaminan harga pasti lanjut naik, melainkan kondisi yang tetap harus dikonfirmasi dan dikelola risikonya.
|
|
|
|
Semua Memburu Data Center, Tapi Siapa yang Menjual 'Nyawa' untuk AI?
|
IEA memproyeksikan konsumsi listrik data center global meningkat dari sekitar 485 TWh pada 2025 menjadi 950 TWh pada 2030, membuka peluang bagi bisnis di sepanjang rantai pasok kelistrikan yang mendukung infrastruktur AI. Rantai ini mencakup banyak lapisan, mulai dari pemasok listrik ke fasilitas data center, penyedia panel distribusi daya, hingga produsen kabel tenaga yang relevan bagi jaringan dan distribusi listrik meski kesesuaian produk belum tentu membuktikan kontrak spesifik. Lapisan cadangan daya turut menjadi sorotan, mencakup penyedia UPS, genset, hingga baterai penyimpanan (Batery Energy Storage System), dengan catatan bahwa narasi "AI tumbuh maka semua emiten nikel diuntungkan" perlu diuji lebih dulu karena penyimpanan baterai stasioner didominasi kimia LFP yang tidak memakai nikel. Sisi pendinginan turut dibahas sebagai komponen yang sama pentingnya dengan listrik itu sendiri, mengingat server tetap bisa berhenti bekerja jika panas tidak terkelola meski suplai daya stabil. Dari sisi kebijakan, rencana RUPTL PLN 2025–2034 yang menambah kapasitas 69,5 GW juga disinggung, dengan pengingat bahwa hal ini tidak otomatis berarti seluruh kapasitas tersebut dibangun khusus untuk data center. Candraahmadi8 menjabarkan detail lengkap tiap lapisan bisnis kelistrikan data center ini. Baca selengkapnya di sini.
|
|
|
|
|
✨ ASPIRING STOCKBITOR TO FOLLOW
|
|
|
|
Astronote (@argountuksaham) banyak membahas analisis saham berbasis fundamental, siklus bisnis/komoditas, valuasi, corporate action, serta katalis dan “story” di balik suatu emiten. Tulisannya cukup detail dan sering menggunakan screener serta laporan keuangan untuk mencari saham yang berada di fase bottom atau belum diapresiasi pasar, kemudian dikombinasikan dengan analisa momentum untuk menentukan peluang masuk.
|
|
|
|
Michael James Anwar memiliki gaya investasi yang menggabungkan fundamental, momentum, dan technical analysis. Tulisannya banyak membahas analisis saham, fundamental perusahaan, valuasi, katalis, kondisi makro, serta timing entry dan exit menggunakan indikator teknikal. Gaya investasinya lebih condong ke swing trading berbasis fundamental/momentum, yaitu memilih saham yang secara fundamental menarik, kemudian memanfaatkan momentum dan analisis teknikal untuk menentukan timing,
|
|
|
|
Parahitairawan adalah seorang investor dan juga edukator seputar investasi saham. Beliau telah berkecimpung di pasar modal selama hampir 18 tahun. Selain kerap membagikan edukasi lewat Stockbit Stream, Parahitairawan juga aktif menulis buku. Salah satu karya beliau yang paling terkenal adalah "Street Investing, Pendekatan Gaya Jalanan dalam Melakukan Analisis Fundamental Saham." Tulisan-tulisan Parahitairawan selengkapnya juga bisa kamu baca langsung di sini!
|
|
|
|
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (“Stockbit”), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua informasi yang dikirimkan oleh Stockbit menggunakan platform resmi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”.
©Stockbit Sekuritas, RDTX Square, Jakarta Selatan 12930
Want to change how you receive these emails? Unsubscribe Here
|
|
|
|
Komentar
Posting Komentar