| SEPT 14 |
Senin · 20:00 WIB · Stockbit Class
Stockbit Class Features : Fundamental Session on Mobile App
|
|
|
|
|
| SEPT 21 |
Senin · 20:00 WIB · Stockbit Class
Stockbit Class with Klinik Porto
|
|
|
|
|
Emerging Markets: Ketika Ketidakpastian Justru Menjadi Peluang
|
Terdapat dinamika menarik yang tengah terjadi di pasar obligasi global. Emerging markets mulai menunjukkan daya tariknya ketika obligasi negara maju menghadapi tekanan akibat kekhawatiran inflasi, kenaikan harga energi, dan kondisi fiskal yang semakin berat. Menurut VarelJoanK, hal ini dikarenakan negara berkembang memiliki ruang kebijakan yang lebih beragam. Inflasi di sejumlah emerging markets kini jauh lebih terkendali dibandingkan pada tahun 2022 akibat perang Rusia-Ukraina. Kebijakan moneter yang relatif telah ketat memberi ruang bagi bank sentral untuk menentukan langkahnya sendiri. Selain itu, emerging markets tidak lagi bergerak dalam satu arah seperti Brazil, Turkey, dan Hungary sudah mulai menurunkan suku bunga, sementara South Korea dan Philippines masih memilih untuk mengetatkan kebijakan. Perbedaan kondisi serta kebijakan antarnegara inilah yang justru menciptakan peluang menarik bagi investor. Lalu, bagaimana kondisi negara berkembang sampai saat ini? Baca selengkapnya di tulisan VarelJoanK!
|
|
|
|
Data Center Indonesia #1 — “Cloud” Ternyata Punya Alamat
|
Data center adalah “pabrik digital” yang menopang perbankan, e-commerce, streaming, pemerintahan, hingga AI, sehingga pertumbuhannya menciptakan peluang di berbagai sektor seperti properti, kawasan industri, listrik, energi hijau, fiber optik, telekomunikasi, konstruksi, cloud, dan cybersecurity. Indonesia memiliki potensi besar berkat populasi, ekonomi digital, konsumsi data, dan posisi strategis di ASEAN; pemerintah menargetkan kapasitas data center meningkat dari sekitar 274 MW pada 2025 menjadi lebih dari 2.000 MW pada 2029, sekaligus mendorong Indonesia menjadi pusat data dan AI di kawasan. Namun, realisasinya tetap bergantung pada ketersediaan listrik, konektivitas, air, regulasi, dan investasi. Karena ekosistemnya sangat luas, tidak semua perusahaan yang bersinggungan dengan tema data center akan memperoleh dampak ekonomi yang sama.
Hal terpenting adalah melihat seberapa langsung keterlibatannya, kebutuhan modal, keberadaan kontrak atau proyek, kapan fasilitas mulai menghasilkan pendapatan, serta seberapa material kontribusinya terhadap laba. Jadi, jangan hanya bertanya “apakah perusahaan ini terkait data center?”, tetapi “seberapa besar manfaat ekonominya?”
Untuk melihat penjelasan Candraahmadi8 lebih lengkap terkait Data Center, cek selengkapnya disini!
|
|
|
|
Mengukur Volatilitas Harga Lewat Jarak Harga Terhadap EMA
|
Dibanding mengukur volatilitas dari ATR, Bollinger Band, atau range candle, stockbitor ariefhidatayst menuliskan bahwa menggunakan EMA untuk pengukuran volatilitas jauh lebih tajam. EMA bukan sekadar garis tren, tetapi representasi harga rata-rata yang terus menyesuaikan diri dengan pergerakan terbaru. Ketika harga mulai bergerak semakin jauh dari EMA, artinya momentum pergerakan harga lebih cepat dibandingkan kemampuan rata-rata harga untuk mengikutinya. Penting untuk tidak hanya sekedar melihat seberapa jauh harga dari EMA, melainkan bagaimana jaraknya berubah. Harga 5% di atas EMA20 belum tentu volatil, tetapi jika jaraknya bergerak dari 2% menjadi 12% lalu kembali ke 3%, berarti volatilitasnya jauh lebih agresif. Jadi, pertanyaannya bukan “Seberapa jauh harga dari EMA?”, melainkan “Apakah jaraknya masih melebar, stabil, atau mulai menyempit?” Dari sinilah trader bisa membaca apakah volatilitas sedang berekspansi, bertahan, atau mengalami kontraksi. Selain itu, stockbitor ariefhidatayst juga menuliskan 3 kondisi EMA berserta artinya dan cara membaca dengan MA5, MA20, dan MA50. Jangan sampai lewatkan ulasan mendalam ini!
|
|
|
|
|
✨ ASPIRING STOCKBITOR TO FOLLOW
|
|
|
|
Rinaliando adalah investor dan content creator sekaligus freelance writer yang aktif membahas saham, bisnis, dan pasar modal Indonesia dengan pendekatan fundamental dan business analysis serta psikologis. Ia banyak mengulas strategi perusahaan, dinamika industri, hingga peluang turnaround, dengan fokus pada memahami bisnis secara menyeluruh, bukan sekadar melihat angka laporan keuangan. Cek profile nya disini!
|
|
|
|
James merupakan full time investor yang menetap di luar negeri dan telah aktif di Stockbit sejak 2022. Kontennya banyak membahas perjalanan dan cerita seputar investasi, psikologi investor, hingga analisis dan ulasan berbagai emiten. Kamu bisa cek tulisan menarik dari JamesJayadi di sini!
|
|
|
|
Nofaketoys merupakan stockbitor yang aktif berbagi pandangan dan pengalamannya dalam berinvestasi di pasar saham. Bergabung di Stockbit sejak 2021, ia telah membagikan ribuan tulisan yang banyak membahas pergerakan IHSG, makroekonomi, saham individual, strategi investasi, hingga dinamika psikologi investor.
|
|
|
|
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Sekuritas Digital (“Stockbit”), perusahaan efek yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Semua informasi yang dikirimkan oleh Stockbit menggunakan platform resmi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”.
©Stockbit Sekuritas, RDTX Square, Jakarta Selatan 12930
Want to change how you receive these emails? Unsubscribe Here
|
|
|
|
Komentar
Posting Komentar