⚖️ Aturan Sentralisasi Ekspor Rilis: Danantara Tentukan Harga Jual & Dapat Tentukan Margin
Daily Market Performance π
IHSG |
Foreign Flow |
Kurs USD/IDR |
Gold |
| 5.594,8 -4,20% | -Rp3,7 triliun | 18.020 -0,07% | 4.492 -0,30% |
Oil |
Coal |
CPO |
Nickel |
| 94,7 -0,39% | 149,0+1,33% | 4.541 -1,30% | 18.689 -0,96% |
π Stockbitor!
Pemerintah resmi merilis Peraturan Pemerintah No. 24/2026 terkait sentralisasi ekspor komoditas strategis, di mana regulasi tersebut memuat beberapa informasi yang lebih jelas terkait mekanisme kebijakan ini.
- Danantara Akan Tentukan Harga Jual & Dapat Tentukan Margin — Dalam pasal 3 ayat 2 dan 4, peraturan tersebut menjelaskan bahwa BUMN ekspor — yang dalam hal ini adalah PT Danantara Sumberdaya Indonesia — akan menentukan harga jual ekspor serta dapat menentukan margin dalam tingkat kewajaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang–undangan.
- Pengecualian untuk Pelaku Usaha Tertentu — Pada pasal 4 ayat 2, sentralisasi ekspor dapat dikecualikan untuk pelaku usaha yang memiliki kontrak atau perjanjian dengan pemerintah terkait investasi, divestasi, dan pengolahan dan/atau pemurnian di dalam negeri. Namun, pengecualian tersebut baru akan diberikan setelah diputuskan dalam rapat koordinasi antar–menteri.
- Rincian Jenis/Spesifikasi 3 Komoditas pada Tahap Awal Akan Diatur Permendag — Pada tahap awal, sentralisasi ekspor menyasar komoditas batu bara, minyak sawit, dan ferroalloy. Rincian lebih lanjut mengenai jenis/spesifikasi dari ketiga komoditas tersebut akan disampaikan melalui peraturan menteri perdagangan.
- Berlaku per 1 Juni 2026 dengan Deadline 31 Desember 2026, tapi Deadline Dapat Berubah setelah Evaluasi 3 Bulan Awal — Peraturan ini mulai berlaku per 1 Juni 2026, dengan deadline pelaksanaan paling lambat pada 31 Desember 2026. Namun, pasal 7 dalam peraturan tersebut mengatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kebijakan ini dalam 3 bulan pertama pelaksanaan mulai dari 1 Juni 2026. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah dapat menetapkan deadline baru sebelum 31 Desember 2026.
Dalam kabar terpisah yang didasarkan pada pernyataan resmi Danantara pada Jumat (5/6), Bloomberg melaporkan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan mengizinkan eksportir untuk menjalankan kontrak ekspor jangka panjang existing yang ditandatangani sebelum 1 Juni 2026, asalkan tidak ada praktik under–invoicing. Laporan Bloomberg juga menyebut bahwa masa transisi sentralisasi ekspor akan dimulai pada 1 Juni 2026 dan akan dievaluasi secara berkala. Selama masa transisi, PT Danantara Sumberdaya Indonesia akan fokus pada penguatan sistem pelaporan dan pemantauan melalui digitalisasi, termasuk membangun platform yang akan menganalisis data ekspor komoditas sumber daya alam strategis.
Key Takeaway
Peraturan yang dirilis sedikit menambah kejelasan, meski tidak serta merta positif. Pasal terkait ‘pengecualian’ dapat memberikan kelonggaran bagi perusahaan–perusahaan yang sudah berinvestasi di downstream (hilirisasi), meski kepastian terkait pengecualiannya tidak otomatis. Di sisi lain, ketentuan bahwa PT Danantara Sumberdaya Indonesia dapat menentukan margin berpotensi mengurangi profitabilitas eksportir. Secara umum, masih banyak ketidakpastian terkait implementasi kebijakan yang masih harus menunggu peraturan teknis, sehingga masih menjadi overhang bagi saham–saham komoditas.
π‘ TLKM Berencana Buyback Saham hingga Rp4 T
- $TLKM: Telkom Indonesia berencana menggelar buyback saham dengan alokasi dana hingga Rp4 T pada periode 9 Juni 2026–8 Juni 2027. Rencana ini akan dibahas dalam RUPS pada 8 Juni 2026.
- $PSAB: J Resources Asia Pasifik akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp2,8 T atau setara Rp105/saham, mengindikasikan dividend yield ~21% per Jumat (5/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 11 Juni 2026, sementara pembayaran pada 30 Juni 2026.
- $BBCA: Bank Central Asia akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp20/saham, mengindikasikan dividend yield ~0,4% per Jumat (5/6). Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 15 Juni 2026, sementara pembayaran pada 26 Juni 2026. Sebelumnya, manajemen BBCA menyebut akan menjalankan rencana pembayaran dividen untuk tahun buku 2026 sebanyak 4x dalam setahun atau 1x per kuartal, di mana nominal dividen interim yang biasanya dibagikan pada akhir tahun akan dipecah menjadi 3 dengan ekspektasi pembayaran dividen interim pada Juni, September, dan Desember.
- $MYOR: Bisnis melaporkan bahwa Mayora Indah akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai Rp60/saham, mengindikasikan dividend yield ~3,6% per Jumat (5/6). Jumlah ini setara ~47% dividend payout ratio (vs. 2024: 40%). Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
- $AMRT: Katadata melaporkan bahwa Sumber Alfaria Trijaya akan membagikan dividen tahun buku 2025 senilai ~Rp1,7 T atau Rp41,5/saham, mengindikasikan dividend yield ~3,3% per Jumat (5/6). Jumlah ini setara ~50% dividend payout ratio (vs. 2024: 45%). Cum dividen dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
- $SHIP: Sillo Maritime Perdana melalui anak usahanya, PT Transpor Nusantara Line, membeli 1 unit kapal tanker LNG senilai US$65 juta dari pihak non–afiliasi. Akuisisi ini akan dibiayai menggunakan modal internal dan kredit bank, yang diproyeksikan akan menaikkan rasio utang terhadap ekuitas perseroan dari 58,76% menjadi 62,79%. Transaksi ini tergolong transaksi material karena setara 29,22% ekuitas SHIP per 31 Desember 2025, namun tidak memerlukan persetujuan RUPS.
- $BEST: Bekasi Fajar Industrial Estate melalui anak usahanya, PT Bekasi Matra Industrial Estate, menandatangani perjanjian untuk menjual kabel jaringan fiber optik beserta peralatan pendukungnya di kawasan industri MM2100 senilai Rp12,2 M kepada pihak afiliasi. BEST menjelaskan bahwa penjualan ini ditujukan agar pengelolaan dan pengembangan infrastruktur jaringan fiber optik di kawasan industri MM2100 dapat dilakukan secara lebih optimal.
π Insider Transactions
Top Gainer π₯
$PSAB |
$INCO |
$MDKA |
$TINS |
| +6,38% | +4,10% | +3,21% | +2,94% |
Top Loser π€
$WIFI |
$IMPC |
$PGAS |
$ENRG |
| -15,00% | -14,76% | -11,63% | -10,45% |
π₯ Hal lain yang lagi hot yang perlu kamu ketahui…
- Kementerian Keuangan mencatat bahwa defisit APBN 2026 per Mei 2026 mencapai Rp180,4 T atau setara 0,7% terhadap PDB (vs. April 2026: defisit 0,64% terhadap PDB), melebar dibandingkan defisit periode yang sama pada tahun sebelumnya di 0,09% terhadap PDB. Hasil ini dipengaruhi oleh belanja negara yang melonjak +34,4% YoY, sementara pendapatan negara hanya meningkat +19,1% YoY seiring kenaikan penerimaan pajak sebesar +22,1% YoY. Keseimbangan primer APBN 2026 per Mei 2026 tercatat surplus Rp58,6 T, meningkat dibandingkan April 2026 di level Rp28 T meski turun dari realisasi APBN 2025 per Mei 2025 di level Rp192,1 T.
- Katadata melaporkan bahwa Danantara resmi membentuk entitas baru bernama Danantara Development Management Fund, di mana setidaknya sudah ada 2 nama yang disiapkan untuk menempati posisi CEO dan CIO. Masih belum diketahui tujuan maupun proyek yang akan diinvestasikan oleh entitas baru tersebut. Sebelumnya, pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 19/2026 yang merevisi Peraturan Pemerintah No. 10/2025 terkait tata kelola Danantara, di mana peraturan tersebut membuka peluang pembentukan holding investasi baru yang berfokus pada pembangunan nasional dan pelayanan publik serta dapat diberikan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN.
- Kepala baru Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, pada Kamis (4/6) mengeklaim bahwa pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian pelaksanaan Makan Bergizi Gratis, yang ditujukan untuk menekan pengeluaran dari program tersebut. Penyesuaian tersebut antara lain: 1) moratorium pembangunan SPPG baru, sambil mengevaluasi kembali kebutuhan SPPG per wilayah; 2) fokus kini pada peningkatan kualitas, tidak lagi mengejar target penerima manfaat sebesar 83 juta; 3) refocusing pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B), dengan mengevaluasi kembali kebutuhan makanan pada semua sekolah, terutama sekolah mahal; dan 4) melihat potensi pendanaan alternatif seperti CSR dan hibah.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (5/6) bahwa dirinya memberi tahu perwakilan S&P dalam pertemuan baru–baru ini bahwa Indonesia akan mempertahankan batas defisit APBN pada 3% terhadap PDB. Purbaya juga mengeklaim bahwa aset Indonesia tetap stabil dan masih mencatat net inflow seiring inflow pada obligasi dan SRBI yang signifikan, meski pasar saham mencatat outflow pada 2Q26.
- Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Jumat (5/6) bahwa inverted yield curve pada obligasi pemerintah belakangan ini bukanlah tanda resesi, melainkan strategi pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga yield obligasi jangka pendek tetap tinggi. Purbaya menyebut bahwa kurva yield tidak selalu berjalan seperti dalam teori buku teks, sembari menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat dan masih dalam fase ekspansi.
- Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan pada Kamis (4/6) malam bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengganti posisi menteri keuangan, yang saat ini dijabat oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Bloomberg menjelaskan bahwa rumor tersebut beredar di kalangan pelaku pasar pada Kamis (4/6).
- Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pada Jumat (5/6) bahwa pihaknya akan menyiapkan peraturan teknis guna menindaklanjuti mandat baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, mandat baru tersebut — bersama dengan kewenangan baru DPR untuk mengevaluasi regulator keuangan independen dan bank sentral — tertuang dalam revisi undang–undang terkait pengembangan dan penguatan sektor keuangan (P2SK), yang telah disahkan oleh DPR pada Kamis (4/6). Ramdan menyebut bahwa Bank Indonesia mendukung UU baru tersebut dan telah memberikan masukan selama proses pembahasan. Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa para analis telah menyuarakan kekhawatiran tentang kewenangan baru DPR untuk mengevaluasi regulator keuangan dan bank sentral, sementara mandat baru Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi menambah kekhawatiran investor tentang potensi campur tangan dalam operasi bank sentral. Reuters mencatat bahwa UU P2SK yang baru belum dipublikasikan ke publik, di mana DPR dan pemerintah hanya mengungkapkan beberapa detail tertentu.
- Bloomberg melaporkan bahwa Danantara berencana menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah bernama ‘Merah Putih Bond’ dengan kupon 3%, di bawah tingkat pasar, seperti ‘Patriot Bond’ yang dirilis pada tahun lalu. Perwakilan Danantara menolak mengomentari kabar ini. Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Kamis (4/6) membantah rumor yang menyebut bahwa orang kaya wajib membeli Patriot Bond maupun Merah Putih Bond, sembari menambahkan bahwa pemerintah tidak pernah membahas terkait kewajiban tersebut. Purbaya menjelaskan bahwa skema pembayaran Patriot Bond dan Merah Putih Bond berada di luar APBN.
- Bloomberg melaporkan bahwa tidak terdapat kemajuan pada perundingan gencatan senjata AS–Iran, setelah kelompok Hizbullah yang bersekutu dengan Iran menolak proposal gencatan senjata antara Israel–Lebanon pada Kamis (4/6). Namun, Presiden Donald Trump menyebut bahwa tidak terdapat penolakan dari Hizbullah dan mengklaim bahwa Hizbullah telah menghubungi AS untuk membahas penghentian konflik. Trump juga mengatakan bahwa pembicaraan gencatan senjata antara AS–Iran telah memasuki tahap akhir, meski menteri luar negeri Iran mengatakan bahwa negosiasi telah mengalami kebuntuan. Iran sebelumnya menolak kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel, kecuali gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon.
π€· Krisis atau Takut Krisis?
“Ingat sekarang ini kondisi 'perang', bukan normal. Gak bisa harap semua indikator bagus, pasti ada pelemahan dan pemburukan. Namun kalau mau pada jujur, keadaan sekarang tidak seburuk yang ditakutkan.” — YansenDoang
Kutipan menarik dari komunitas Stockbit minggu ini
Stockbitor YansenDoang mengangkat satu pertanyaan penting dalam tulisannya: apakah resiliensi sektor riil pada akan cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi? Tahun lalu, meskipun sektor riil dan perusahaan tidak mengalami peningkatan kinerja yang drastis, IHSG berhasil menyentuh angka 9.000. Sebaliknya, di tahun ini, meskipun perusahaan-perusahaan tetap beroperasi dan masih menunjukkan pertumbuhan positif, ekonomi melemah akibat menurunnya kepercayaan investor. Namun, beliau membantah histeria yang berkembang di masyarakat bahwa kita sedang berada dalam krisis ekonomi. Dengan intervensi yang sedang dilakukan oleh bank sentral, serta respons berbagai lembaga pemerintah yang tengah berlangsung, semoga Indonesia dapat terhindar dari titik "krisis" yang nyata. Pada intinya, kita harus menghindari self-fulfilling prophecy yaitu saat asumsi negatif menjadi kenyataan semata-mata karena sentimen negatif yang terus beredar di lingkup sosial. Baca selengkapnya di sini!
Sekilas tentang YansenDoang
Stockbitor YansenDoang adalah seorang investor yang menulis analisa mengenai hubungan politik dan ekonomi. Selain itu, beliau juga terlihat memiliki ketertarikan pada pergerakan makro, dengan membedah faktor-faktor pergerakan ekonomi domestik maupun internasional.
Disclaimer:
Email ini dikirim oleh PT Stockbit Karya Indonesia (“Stockbit”), perusahaan media ekonomi dan keuangan yang menghadirkan berita, analisis, dan insight tentang dunia bisnis, investasi, dan kebijakan ekonomi, khususnya yang terkait Pasar Modal.
Semua konten dalam email ini dibuat untuk tujuan informasional dan bukan merupakan rekomendasi untuk membeli/menjual saham tertentu. Always do your own research.
Selanjutnya, semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab Stockbit melainkan menjadi tanggung jawab masing-masing nasabah.
Domain resmi Stockbit adalah https://stockbit.com/ dan semua informasi yang dikirimkan oleh kami akan menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit dan/atau alamat email yang diakhiri “@Stockbit.com”. Semua pemberian Informasi Rahasia kepada pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit namun tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit merupakan tanggung jawab pribadi pihak pemilik Informasi Rahasia dan kami tidak bertanggung jawab atas setiap penyalahgunaan Informasi Rahasia yang dilakukan oleh pihak–pihak yang mengatasnamakan Stockbit yang tidak berasal dari atau tidak menggunakan platform resmi aplikasi Stockbit.
Unsubscribe here
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
IHSG
Foreign Flow
Kurs USD/IDR
Gold
Oil
Coal
CPO
Nickel
$PSAB
$INCO
$MDKA
$TINS
$WIFI
$IMPC
$PGAS
$ENRG
Komentar
Posting Komentar